ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Peringatan Hari Anak Sedunia harus jadi momentum nyata untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak Indonesia pada khususnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman menyoroti masih adanya kekerasan atau perundungan di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung, jumlah laporan kekerasan di sekolah hingga Oktober 2025 tercatat sekitar 120 kasus.
ADVERTISEMENT
Hari Anak Sedunia 2025: Sejarah, Makna, dan Cara Merayakannya
“Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan harus melakukan langkah-langkah strategis untuk menghentikan bullying di lingkungan sekolah dan melindungi anak-anak kita dari kekerasan verbal ataupun fisik,” ujar Chris di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (20/11/2025).
Kota Bandung, diutarakan dirinya, telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Maka itu, ditekankan Chris, Pemkot Bandung harus memastikan anak-anak mendapatkan haknya dari pendidikan hingga perlindungan. Terlebih kasus penculikan anak tengah marak di sejumlah wilayah Tanah Air.
“Orangtua berperan penting dalam mencegah anaknya dari pelaku penculikan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mudah-mudahan kasus-kasus yang terjadi di wilayah lain menjadi pelajaran penting bagi kita semua, khususnya kepada orangtua untuk senantiasa menjaga anaknya,” ucap politisi Partai Solidaritas Indonesia ini.
Selain itu, lanjut Chris, fenomena digitalisasi merupakan tantangan serius yang perlu dihadapi secara komprehensif. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi sasaran algoritma negatif yang dapat menyebabkan adiksi gawai, hoaks, cyberbullying, hingga manipulasi data pribadi.
“Orang tua tidak hanya mengajarkan anak untuk menggunakan perangkat lunak atau mengakses informasi bukan lagi cukup. Lebih penting adalah membekali mereka dengan kesadaran kritis terhadap algoritma, perlindungan privasi, hingga pemahaman kontekstual seputar etika berteknologi,” jelasnya.
Chris mengucapkan selamat Hari Anak Sedunia kepada seluruh anak di Indonesia, dan berharap setiap langkah anak-anak dimana pun mereka berada dapat dipenuhi rasa kebahagiaan dan kesempatan yang luas untuk meraih impiannya.
“Selamat Hari Anak Sedunia untuk semua anak Indonesia. Semua anak berarti, semua anak berharga, dan semua anak pasti akan berperan dalam pembangunan. Mari kita jaga anak-anak kita,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






