Kamis, 26 Februari 2026 19:17

KORANMANDALA.COM – Menghadapi intensitas yang semakin meningkat di wilayah Jawa Barat, Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan listrik akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, hingga banjir. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menggunakan listrik selama musim hujan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas utama. Ia menjelaskan, kondisi lembap serta genangan air dapat memicu risiko korsleting, kebocoran arus, bahkan kerusakan peralatan rumah tangga apabila instalasi listrik tidak dipastikan dalam kondisi baik.
“Musim hujan membawa tantangan tersendiri. Kami mengajak masyarakat untuk memastikan instalasi listrik tetap kering, aman, dan tidak berada dekat sumber air. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah potensi bahaya,” ujar Sugeng.
Untuk meminimalkan risiko, PLN UID Jawa Barat menyampaikan sejumlah tips keamanan listrik yang dapat diterapkan masyarakat di rumah, di antaranya:
1.Memeriksa instalasi listrik secara rutin untuk memastikan kabel, stop kontak, dan sambungan tidak rusak atau terkelupas.
2.Menjauhkan alat listrik dari area lembap maupun titik yang rawan terkena banjir.
3.Mematikan listrik dari MCB ketika rumah terdampak banjir, serta memastikan kondisi telah aman sebelum menyalakannya kembali.
4.Menggunakan perangkat listrik berstandar SNI untuk mencegah risiko kebocoran arus.
5.Menghindari penggunaan terminal bertumpuk, yang dapat memicu panas berlebih dan korsleting.
6.Melaporkan gangguan jaringan seperti tiang miring atau kabel tertimpa pohon melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
Ayu, salah satu pelanggan PLN di Bandung, mengaku semakin memahami pentingnya kewaspadaan setelah menerima edukasi dari PLN. Ia sering merasa khawatir saat hujan deras karena adanya rembesan air di dinding rumah.
“Air kadang mengenai stop kontak. Setelah mendapat edukasi, saya jadi lebih tenang dan mulai rutin mengecek kondisi kabel,” tuturnya.
Sugeng menambahkan, seluruh unit PLN di Jawa Barat telah menyiagakan petugas 24 jam, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan banjir dan gangguan jaringan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara PLN dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keandalan listrik selama musim hujan.
“PLN berkomitmen menjaga pasokan tetap andal, namun kewaspadaan masyarakat juga berperan besar. Dengan kerja sama ini, kenyamanan dan keselamatan penggunaan listrik dapat terus terjaga,” tambahnya.
Melalui edukasi berkelanjutan dan kesiapsiagaan personel, PLN UID Jawa Barat berharap masyarakat dapat menjalani musim hujan dengan aman dan tetap menikmati layanan listrik tanpa gangguan berarti.

Koranmandala.com

Exit mobile version