Kemlu Laporkan Telah Evakuasi 2 Keluarga WNI keluar dari Jalur Gaza Palestina

KORANMANDALA.COM – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menginformasikan bahwa pemerintah telah melaksanakan evakuasi dua keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) dari Gaza, Palestina.

“Dengan sudah keluarnya keluarga Pak Husein dari Gaza, dua keluarga Indonesia sudah berada di luar Gaza,” ujar Retno Marsudi dalam video yang dikutip Koran Mandala dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Minggu, 12 November 2023. 

Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat tiga WNI lainnya yang memilih untuk tetap tinggal di Gaza, khususnya di sekitar Rumah Sakit (RS) Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Menyisakan tiga WNI yang tinggal di sekitar RS Indonesia. Sampai saat ini, beliau bertiga memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza,” ungkapnya.

Baca Juga : Sejumlah Kecaman Dikeluarkan Pemimpin OKI Terkait Serangan Israel ke Gaza, Retno Marsudi : Pesan Paling Keras

Saat ini Kemenlu terus melakukan komunikasi dengan tiga WNI tersebut dan perwakilan MER-C di Jakarta untuk memastikan mereka dalam kondisi baik. 

4 Usulan Presiden Jokowi di KTT Luar Biasa OKI untuk Palestina

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) jadi salah satu pemimpin dunia yang langsung menyampaikan akan hadir begitu menerima undangan KTT pada 5 November atau enam hari yang lalu.

KTT ini sangat penting untuk menunjukkan soliditas negara-negara OKI dan untuk menemukan upaya tambahan agar kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina dapat segera dihentikan.

Baca Juga : Empat WNI Berhasil Dievakuasi dari Jalur Gaza, Pasca Perang antara Kelompok Hamas – Israel Pecah

Dikutip Koran Mandala dari laman Kemlu, Jokowi menyampaikan bahwa OKI harus bersatu dan berada di depan untuk penyelesaian situasi di Gaza. Presiden menekankan beberapa saran konkret:

  1. Gencatan senjata harus segera dapat dilakukan. Alasan Israel bahwa ini adalah sebuah self-defence tidak dapat diterima. Ini merupakan sebuah collective punishment.
  2. Bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperluas. Negara-negara OKI atau OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih predictable dan sustainable. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah kirim bantuan dan ke depan akan dapat menambahkan lagi bantuan-bantuan berikutnya.

Baca Juga : Saat Tokoh Revolusioner Che Guevara Kunjungi Gaza

Presiden memberikan contoh kekejaman kemanusiaan yang dilakukan Israel, yaitu menjadikan rumah sakit sebagai target, termasuk rumah sakit Indonesia. 

Page: 1 2

Published by

Recent Posts

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

2 jam ago

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

13 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

13 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

14 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

15 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

16 jam ago