ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Caracas, ibu kota Venezuela, diguncang oleh operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Serangan ini berlangsung pada dini hari Sabtu (3/1/2026), setelah berbulan-bulan ketegangan antara Washington dan Caracas.
Menurut keterangan resmi militer AS, operasi yang diberi nama “Operation Absolute Resolve” dimulai pada pukul 02.00 waktu setempat. Lebih dari 150 pesawat diluncurkan secara terkoordinasi di seluruh belahan Barat, menyasar kompleks militer Fuerte Tiuna dan istana presiden di pusat Caracas, yang disebut sebagai “benteng militer”.
Presiden Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi pada pukul 04.21 pagi melalui akun Truth Social, menyatakan bahwa “Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan besar terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro”.
ADVERTISEMENT
Cara Kurangi Dampak Negatif Kebijakan Tarif Donald Trump Versi Syahrir
Maduro dan istrinya kemudian diterbangkan dengan helikopter menuju kapal perang AS, Iwo Jima di lepas pantai Venezuela, sebelum dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan narkoterorisme dan perdagangan senjata.
Serangan ini menandai intervensi langsung Washington terhadap pemerintahan Caracas, dengan alasan menghentikan aliran narkotika dan mengamankan kepentingan energi di kawasan.
Menurut laporan The Guardian, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan “sangat terlibat” dalam industri minyak Venezuela setelah penangkapan Maduro. Sementara itu, analis dari Reuters Breakingviews memperingatkan bahwa operasi ini “mengancam munculnya keretakan baru dalam hubungan global”.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikenal dekat dengan Tiongkok, Rusia dan Iran. Belum ada reaksi dari sekutu global tersebut atas serangan dan penangkapan ini.

Sejumlah pengamat menilai tindakan AS sebagai kelanjutan pola intervensi di Amerika Latin sejak era Perang Dingin yang merupakan bagian dari “sejarah panjang intervensi militer AS di kawasan tersebut”.
Hingga kini, belum jelas siapa yang akan mengambil alih kekuasaan di Caracas. Namun, penangkapan Maduro dipandang sebagai titik balik besar dalam politik regional dan berpotensi mengubah peta hubungan internasional di Amerika Latin.
Venezuela Negeri Kaya akan Sumber Minyak Bumi
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel atau 17% dari total global, melampaui Arab Saudi.
Sebagian besar cadangan berada di Sabuk Orinoco, berupa minyak berat yang membutuhkan teknologi tinggi untuk diekstraksi.
Trump menyatakan AS akan “sangat terlibat” dalam industri minyak Venezuela, dengan rencana melibatkan perusahaan energi Amerika untuk mengelola cadangan tersebut.
Dibawah komando Presiden Donald Trump, penangkapan Maduro merupakan operasi militer AS paling berani di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir. ***

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






