ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai terkait ancaman fenomena squall line atau garis badai yang disebut akan menghantam wilayah Jabodetabek secara destruktif pada malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 adalah tidak benar atau hoaks.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan cuaca terkini, tidak terdeteksi adanya pembentukan awan Cumulonimbus berbentuk barisan memanjang (squall line) di Samudra Hindia yang bergerak menuju pesisir Pulau Jawa, sebagaimana diklaim dalam informasi yang beredar.
BMKG menjelaskan, secara umum kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten dan Kota Bekasi dan Tangerang.
ADVERTISEMENT
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Sepekan ke Depan
Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat menyesatkan dan menimbulkan kepanikan. BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca disusun berdasarkan analisis ilmiah dan lembaga tersebut merupakan satu-satunya instansi resmi yang berwenang mengeluarkan peringatan dini cuaca di Indonesia.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada tanpa rasa takut berlebihan dalam menjalankan aktivitas dan perayaan malam Tahun Baru, serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman dan aplikasi InfoBMKG.
BMKG memastikan pemantauan kondisi cuaca dilakukan secara real time selama 24 jam untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






