ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sydney diguncang tragedi penembakan massal terjadi di Bondi Beach, Minggu (14/12) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Serangan ini dinyatakan sebagai aksi teror yang menargetkan komunitas Yahudi Australia. Korban berusia antara 10 hingga 87 tahun, termasuk seorang penyintas Holocaust yang meninggal saat melindungi istrinya.
Bondi Beach, ikon wisata dunia, berubah menjadi lokasi duka. Ribuan bunga diletakkan di Bondi Pavilion sebagai bentuk solidaritas masyarakat.
ADVERTISEMENT
Flyover Nurtanio Hampir Rampung, Pemkot Bandung Targetkan Beroperasi Penuh Akhir Desember 2025
Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut peristiwa ini sebagai “hari gelap dalam sejarah Australia” dan mengajak warga menyalakan lilin di jendela rumah mereka sebagai simbol melawan kegelapan.
Pelaku diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50) dan putranya Naveed Akram (24). Sang ayah tewas di lokasi setelah baku tembak dengan polisi, sementara anaknya dirawat di rumah sakit dan akan menghadapi tuntutan pidana. Motif para pelaku masih diselidiki aparat kepolisian setempat.
Di tengah kekacauan, muncul sosok pahlawan. Ahmed al Ahmed, seorang pengungsi asal Suriah, berhasil melucuti senjata salah satu pelaku meski tertembak di bahu. Ahmed dengan sigap melucuti senjata pelaku untuk mencegah korban penembakan lebih banyak. NSW Premier Chris Minns menyebutnya sebagai “real-life hero” yang menyelamatkan banyak nyawa.
Perdana Menteri Albanese menegaskan: “Fakta bahwa tempat ikonik ini dipilih sebagai lokasi serangan adalah sebuah penghinaan dan kejutan bagi komunitas”, di kutip CNN World Senin (15/12).
Pemerintah Australia segera merespons dengan rencana memperketat hukum senjata, termasuk membatasi kepemilikan senjata hanya bagi warga negara Australia dan mempercepat pembentukan National Firearms Register.
Bondi Beach terletak di Sydney, New South Wales, Australia, sekitar 7 km (4,3 mil) di sebelah timur pusat kota Sydney (CBD). Bondi Beach merupakan simbol budaya dan pariwisata Australia.
Setiap tahun, jutaan wisatawan datang menikmati pantai pasir putih dan acara komunitas di Bondi Pavilion. Tragedi ini mengguncang citra Bondi sebagai ruang publik aman dan inklusif.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






