ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (8/12), 961 orang meninggal dunia, 234 orang masih hilang, dan lebih dari 5.000 warga terluka.
Angka ini menunjukan betapa dahsyatnya dampak siklon tropis yang memicu banjir bandang dan longsor di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Selain korban jiwa, kerusakan fisik juga sangat besar. Sebanyak 156.500 rumah rusak dan 52 kabupaten terdampak langsung. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, sementara akses bantuan terhambat oleh infrastruktur yang lumpuh.
ADVERTISEMENT
Debit Sungai Meninggi, Pemkot Bandung Siapkan Relokasi Sementara untuk Warga Rawan Bencana
Kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga. BNPB mencatat 1.200 fasilitas umum rusak, 420 rumah ibadah hancur, 199 fasilitas kesehatan lumpuh, 234 gedung/kantor roboh, serta 534 fasilitas pendidikan terdampak.
Kondisi semakin parah dengan 435 jembatan rusak, membuat jalur evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.
Seperti diberitakan reuters (7/12), di Aceh Tamiang, satu-satunya rumah sakit daerah hampir tidak berfungsi. Peralatan medis tertutup lumpur, obat-obatan tersapu banjir, dan tenaga kesehatan bekerja dengan keterbatasan dengan ketersediaan sanitasi air yang kurang.
Dikhawatirkan penyakit yang rentan akibat kurangnya sanitasi seperti diare, demam, dan myalgia mulai merebak di pengungsian. ***
Update Banjir Longsor Sumatra: 1.029 Korban Jiwa, 600 Ribu Pengungsi Butuh Uluran Tangan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






