ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya lonjakan inflasi. Salah satu upaya utama yang kini digencarkan adalah penyelenggaraan Bazar Pangan Murah di 30 kecamatan secara serentak.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut Bazar Pangan Murah bukan hanya berfungsi sebagai sarana distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga sebagai strategi pengendalian psikologis masyarakat. Menurutnya, kehadiran pasar murah dapat memberikan rasa tenang bagi warga di tengah naik-turunnya harga sejumlah komoditas.
“Pasar murah, distribusi beras Bulog, dan program Buruan SAE memberikan dampak psikologis bahwa distribusi serta ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga. Dengan demikian, risiko inflasi yang meningkat tinggi bisa dikurangi,” kata Farhan, Kamis (4/12/2025).
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan Bazar Pangan Murah telah berjalan sejak 24 November 2025 dan mendapat respons positif dari masyarakat. Gelaran ini rencananya berlangsung hingga 5 Desember 2025 dan menyasar seluruh kecamatan di Kota Bandung.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian pengendalian inflasi, khususnya menjelang Nataru. Alhamdulillah dari tanggal 24 November sampai 5 Desember kegiatan ini sudah berlangsung di 30 kecamatan,” ujar Ronny.
Dalam bazar tersebut, warga dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, gula, sayuran, dan sejumlah bahan pokok lain dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga kestabilan permintaan dan suplai.
Tidak hanya menyediakan bahan pangan, Bazar Pangan Murah juga melibatkan pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan. Mereka diberi ruang untuk memamerkan dan menjual produk unggulan, mulai dari makanan olahan, kerajinan, hingga bahan konsumsi lokal.
“Di situ juga ada tenant atau booth untuk para pelaku usaha unggulan dari kecamatan. Jadi selain mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, masyarakat juga bisa mengenal dan membeli produk UMKM setempat,” jelas Ronny.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






