ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu, 23 November 2025 menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh Tenggara dan sekitarnya. Ruas jalan terendam, mobilitas warga terganggu, dan ribuan keluarga terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menurunkan tim untuk mempercepat penanganan darurat, memastikan bantuan logistik sampai ke lokasi terdampak.
Sesuai instruksi Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., penanganan banjir di Aceh harus dilakukan dengan langkah cepat dan terukur. Untuk memastikan setiap daerah terdampak mendapat perhatian, beliau menugaskan pembagian wilayah kerja yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, seperti dilansir dari BNPB.GO.ID (28/11).
ADVERTISEMENT
Reses di Dapil 2, Syahlevi Serap Aspirasi Warga Soal Rutilahu, Banjir, dan Layanan Kesehatan
BNPB membagi tim pendampingan ke empat wilayah besar. Tim A bertugas di Aceh Tamiang, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Tim B fokus di Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Barat. Tim C bergerak di Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Sementara Tim D mengcover Aceh Singkil dan Aceh Selatan.
Distribusi logistik dilakukan melalui dua pusat utama: Bandara Kualanamu dan Bandara Lhokseumawe. Dari sana, bantuan berupa 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, 100 hygiene kit, 200 kasur lipat, 100 paket alat kebersihan, 100 selimut, dan 100 matras dikirimkan ke daerah terdampak.
Penanganan banjir Aceh melibatkan koordinasi erat antara BNPB, BPBD provinsi, dan kabupaten/kota. Tenaga ahli dan unsur pengarah BNPB memperkuat tim di lapangan. Dengan kondisi akses jalan yang masih terputus, strategi distribusi logistik melalui bandara menjadi solusi efektif.
BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di musim penghujan ini.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






