ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Proses evakuasi santri yang terjebak di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al-Khozinyr Sidoarjo yang ambruk, diwarnai dengan percakapan antara petugas penyelamat dan korban. Salah satu santri bernama Haikal terdengar diajak berbicara oleh tim SAR untuk memastikan kondisinya tetap stabil.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @duniapunyacerita_, petugas terdengar menanyakan usia dan kondisi fisik Haikal, seperti “Haikal, kamu umur berapa?” dan “Kamu bisa gerak?” Teknik ini digunakan untuk menjaga kesadaran korban dan mencegah kepanikan yang dapat memperburuk kondisi fisik maupun mental.
Langkah tersebut sempat menuai komentar beragam dari warganet. Beberapa mempertanyakan mengapa korban tidak langsung dievakuasi, namun banyak pula yang menjelaskan bahwa komunikasi verbal merupakan bagian penting dari prosedur penyelamatan.
ADVERTISEMENT
Status KLB Dicabut, Korban Keracunan Massal MBG di Bandung Barat Mulai Pulih
Runtuhnya musala terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Musala yang ambruk diketahui sedang dalam tahap pembangunan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa struktur penopang tidak mampu menahan beban beton yang masih dalam proses pengerjaan.

Hingga Rabu malam (1 Oktober 2025), jumlah korban akibat ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo terus bertambah. Sebanyak 103 orang tercatat sebagai korban, dengan 99 santri berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tiga meninggal dunia, dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Selain itu, 77 santri mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, termasuk RSUD Sidoarjo, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajar.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 38 santri yang diduga tertimbun reruntuhan, menggunakan alat berat dan teknik evakuasi hati-hati mengingat struktur bangunan yang runtuh berbentuk pancake collapse, yaitu tumpukan beton yang saling menindih.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dan pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






