KoranMandala.com –Gedung Merdeka, Bandung, menjadi titik klimaks aksi solidaritas bertajuk “Umat Islam Bersatu untuk Palestina” yang diikuti puluhan ribu massa, Minggu (24/8).
Suasana dramatis tercipta ketika dentuman bom tiruan menggema, disusul lemparan bom asap yang menutup pandangan. Dari balik kepulan asap, sejumlah pemuda mengenakan rompi bertuliskan “press” muncul berbaris sambil mengangkat poster bergambar jurnalis Gaza, Anas Al-Sharif, dengan tulisan “Kami Gantikan Anas.”
Aksi teatrikal itu menjadi simbol penghormatan sekaligus perlawanan atas tewasnya Anas bersama empat jurnalis lain akibat serangan Israel pada 10 Agustus lalu.
Sebelumnya, massa aksi yang berjumlah sekitar 50 ribu orang bergerak dari Pusdai, Gedung Sate, dan BIP. Mereka sempat berhenti di Jalan Braga sebelum berkumpul di Gedung Merdeka.
Dalam orasinya, ulama senior Jawa Barat KH Athian Ali menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam.
“Tidak beriman seorang muslim yang bisa tidur tenang, jika membiarkan muslim lain tidak bisa makan. Masihkah kita mengaku mukmin, sementara membiarkan manusia lain dizalimi?” ujarnya lantang.
Tokoh Forum Umat Islam Bersatu Bandung (FUIBB), Gus Fajar, mengingatkan bahwa isu Palestina bukan hanya soal agama.
“Delapan puluh tahun lalu, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Ini bukan sekadar isu agama, melainkan isu kemanusiaan,” tegasnya.
