Jumat, 27 Februari 2026 6:48

KoranMandala.comPemerintah Indonesia dan berkolaborasi dalam sebuah proyek raksasa untuk mentransformasi sistem pertanahan dan tata ruang di Indonesia. Dengan dukungan pembiayaan sebesar lebih dari Rp10 triliun dari World Bank, Proyek Administrasi Pertanahan dan Tata Ruang Terintegrasi (ILASPP) akan dijalankan selama periode 2025-2029. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem geospasial yang lebih terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan di Tanah Air.

Di balik kolaborasi lintas kementerian ini, peran Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) menjadi salah satu fondasi utama dalam memastikan keberhasilan proyek. Melalui acara Talkshow Profesional ISI 2025 dengan tema “ILASPP: What is and What’s next? How ISI Leads the Way?” yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, ISI menegaskan komitmennya sebagai pengawas profesional sekaligus pengawal integritas teknis proyek ini. Acara ini menjadi ruang penting untuk mendalami arah dan masa depan transformasi tata ruang dan pertanahan Indonesia.

Ketua ISI, Muchammad Masykur, membuka kegiatan talkshow dengan menegaskan bahwa HUT ISI ke-53 adalah momentum bagi surveyor untuk menunjukkan peran strategis mereka, bukan sekadar pelaksana teknis.

Talkshow tersebut menghadirkan para pemangku kebijakan kunci, di antaranya Nusron Wahid (Menteri ATR/Kepala BPN), Prof. Muh. Aris Marfai (Kepala Badan Informasi Geospasial), Suyus Windayana (Dirjen Tata Ruang ), Virgo Eresta Jaya (Dirjen Survey dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang ATR/BPN), serta Andi Tenri Abeng (Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama selaku Direktur PMU ILASPP).

Pesan Tegas Menteri Nusron: Surveyor adalah Penjaga Integritas

Dalam pidato kuncinya, Menteri Nusron Wahid menempatkan profesi surveyor sebagai mitra strategis dan penjaga mutu utama proyek ILASPP. Ia secara lugas memperingatkan para surveyor agar tidak salah dalam melakukan pemetaan. “Juru ukur atau surveyor diharapkan akurat.” tegasnya.

Menteri Nusron juga menyoroti peran ISI dalam mendukung keberhasilan ILASPP. “ILASPP bukan sekadar proyek, melainkan fondasi baru dalam mewujudkan paradigma Land Management yang terintegrasi. Di sinilah peran strategis ISI sangat kami harapkan. ISI tidak hanya sebagai komunitas profesi, tetapi juga sebagai penjaga mutu dan etika kerja para surveyor Indonesia,” sebutnya.

Saat tanya jawab dengan awak media mengenai peran surveyor dan perusahaan swasta dalam proyek ini, Menteri Nusron memilih untuk tidak menjawab langsung, melainkan mengarahkan pertanyaan kepada Prof. Muh. Aris Marfai dan Virgo Eresta Jaya, mengindikasikan adanya pembagian tanggung jawab yang jelas dalam struktur proyek.

Selanjutnya, Talkshow Sesi I

1 2 3

Writing is a self-healing

Exit mobile version