ADVERTISEMENT
Talkshow Sesi II: Problematika Lahan hingga Standar Profesi
Sesi talkshow kedua, yang dimoderatori oleh Kurdinanto Sarah, purna dosen ITB yang juga pernah menjadi deputi di BPN, menggali isu-isu yang lebih spesifik. Sigit Mustofa Nurudin (Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi) memaparkan problematika kompleks lahan transmigrasi, di mana dari 974 HPL seluas lebih dari 3 juta hektar hanya 195 yang tercatat dengan baik. Ia menyoroti masalah penguasaan lahan ilegal dan tumpang tindih izin.
Agustin Samosir (Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan ATR/BPN) membahas pentingnya land value dalam pengelolaan pertanahan modern, dengan menekankan perlunya Single Reference of Information of Land Value for Multipurpose. Ia menyebutkan cakupan peta ZNT tahun 2025 sudah mencapai 63,21%.
Prof. Trias Aditya, anggota Dewan Pakar ISI, yang juga merupakan guru besar pertama di Teknik Geomatika UGM, menekankan perlunya standardisasi profesi surveyor yang kuat, mulai dari akademik, etika, hingga standar kerja. Ia mengusulkan langkah-langkah seperti pembangunan basis data anggota dan digitalisasi layanan.
ADVERTISEMENT
Terakhir, Andi Tenri Abeng (Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama selaku Direktur PMU ILASPP) menjelaskan struktur proyek ILASPP yang berdurasi 2025-2029. Ia menyebutkan pagu pinjaman sebesar USD 563 juta dan tujuan proyek untuk memperkuat penataan ruang yang climate-informed, keamanan pemilikan tanah, dan administrasi pertanahan di Indonesia.
Secara keseluruhan, acara Talkshow ISI 2025 ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi, sekaligus simbol nyata dari komitmen ISI dan para pemangku kepentingan dalam mengawal transformasi spasial Indonesia. Berbagai rekomendasi strategis disampaikan untuk memastikan ILASPP memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (IWK)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






