Koran Mandala – Penanganan darurat sampah Bandung terus digenjot Pemerintah Kota. Salah satu upaya percepatan dilakukan melalui pemasangan mesin insulator di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), termasuk TPS Baladewa, Kecamatan Cicendo.
Wakil Wali Kota Bandung bersama jajaran seperti Dishub, DLH, Satpol PP, dan Camat Cicendo melakukan peninjauan langsung ke TPS Baladewa, Selasa (8/7/2025), guna memastikan kesiapan titik tersebut sebagai lokasi pemasangan insulator.
Legislator PKS Kritik Stagnasi Program Sampah Bandung, Desak Langkah Serius Pemkot
“Insyaallah kami menargetkan 30 titik insulator. Saat ini baru terpasang di 7 titik, artinya masih ada 23 titik yang segera kami optimalkan,” ujarnya kepada awak media.
Diketahui, Kota Bandung memproduksi rata-rata 1.496,3 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 ton dikirim ke TPA Sarimukti. Namun kondisi darurat dan keterbatasan kapasitas TPA mendorong Pemkot untuk mengembangkan skema pengolahan mandiri.
“Kami berupaya agar 1.000 ton sampah itu nantinya bisa diolah langsung oleh kota. Harapannya, Bandung bisa mandiri menangani sampah tanpa bergantung penuh pada TPA,” jelasnya.
Mesin insulator yang akan ditempatkan di TPS Baladewa diklaim mampu memusnahkan minimal 10 ton sampah per hari. Tak hanya itu, hasil olahannya juga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi paving block bernilai ekonomis.
“Dari limbah jadi berkah. Hasil pembakaran insulator ini bisa diolah jadi paving block, bahkan bisa dijual seharga Rp50 ribu per meter. Ini solusi jangka menengah yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.
Program insulator ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung untuk mengurangi ritase truk sampah ke TPA, sekaligus membangun ekosistem pengelolaan sampah di tingkat kota.
Pemkot menargetkan seluruh insulator bisa terpasang dan berfungsi optimal dalam waktu dekat, sebagai bagian dari prioritas percepatan penanganan sampah di Kota Bandung. (Muhammad Sandy)
