ADVERTISEMENT
Koran Mandala –Nama Dr. Zakir Naik kembali jadi sorotan dunia. Pendakwah asal India ini dilarang masuk ke sejumlah negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, lantaran ceramahnya dianggap memicu kebencian dan radikalisme.
Namun, berbeda di Indonesia. Justru, Zakir Naik mendapat sambutan hangat dan akan menggelar ceramah akbar di berbagai kota, salah satunya di Kota Bandung.
Dr. Zakir Naik menjadi persona non grata di sejumlah negara Barat. Amerika Serikat melarang masuknya sejak 2010. Salah satu alasan utamanya, ia pernah menyampaikan pernyataan kontroversial terkait serangan 11 September 2001.
ADVERTISEMENT
Luciano Guaycochea Ungkap Rasa Senangnya Bisa Berseragam Persib Bandung
Dalam salah satu ceramahnya, Zakir Naik mengatakan, “Jika Osama bin Laden benar-benar berperang melawan musuh-musuh Islam, saya mendukung dia. Jika dia teroris, saya menentangnya. Tapi sampai saat ini, saya belum menemukan bukti bahwa dia yang bertanggung jawab atas serangan 9/11.”
Pernyataan ini langsung menuai kecaman luas di Barat. Pemerintah AS pun menempatkan dirinya dalam daftar terlarang masuk.
Tak hanya itu, Inggris juga melarang Zakir Naik sejak 2010. Dalam surat larangan masuknya, pemerintah Inggris menilai bahwa ceramah-ceramah Zakir Naik
“berpotensi memicu ketegangan antar-komunitas serta mendorong ekstremisme.”
Salah satu pernyataan lain yang membuatnya dicekal di Inggris adalah saat ia berkata:
“Setiap Muslim harus menjadi seorang teroris. Seorang teroris adalah orang yang menakut-nakuti orang jahat.”
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






