Koran Mandala – Bus Bandros yang biasanya melintasi jalanan Kota Bandung untuk wisata kota kini berubah fungsi jadi ruang belajar sejarah. Dalam rangka Bulan Bung Karno, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bersama Lembaga Seni Budaya Manikam Khatulistiwa menggelar kegiatan edukatif bertajuk Jalan-Cerita Sukarno, Sabtu 28 Juni 2025.
Dengan melibatkan ratusan pelajar SD dan remaja, acara ini menghadirkan suasana baru dalam mengenang sejarah. Para peserta diajak menyusuri jejak Bung Karno di Kota Bandung sambil mendengarkan kisah hidup dan perjuangannya.
Kenang Perjuangan Bung Karno, Ribuan Pesepedah Keliling Kota Bandung Pelajari Sejarah Ir. Soekarno
Ruang Belajar Bergerak di Atas Bandros
Rute perjalanan dimulai dari Balai Kota menuju Gedung Indonesia Menggugat, Gedung Merdeka, hingga Pendopo Kota Bandung. Di atas Bandros, peserta mendengarkan cerita sejarah yang disampaikan pemandu secara interaktif, penuh narasi inspiratif tentang sosok Bung Karno sebagai arsitek, seniman, hingga sahabat anak-anak.
Menurut Vinny Soemantri, Ketua Penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar napak tilas sejarah, tapi juga ruang kreativitas anak. “Kami ingin anak-anak mengenal Sukarno secara humanis—bukan hanya sebagai Presiden, tapi sebagai inspirasi,” ungkapnya.
Menghidupkan Sejarah dengan Seni dan Literasi
Kegiatan tidak hanya berfokus pada narasi sejarah, tapi juga mengajak peserta berinteraksi dalam berbagai aktivitas, seperti:
Workshop menulis lagu bertema Sukarno
Pementasan teater monolog dan pantomim
Dongeng sejarah untuk anak
Lomba edukatif: mewarnai, teka-teki sejarah, konten digital
Penampilan seni dari seniman lokal
Tujuannya agar sejarah tidak sekadar dihafal, tapi dihayati secara kreatif dan menyenangkan. Acara ini dibuka gratis untuk pelajar, lengkap dengan konsumsi, alat tulis, sertifikat, dan hadiah lomba. Selain menumbuhkan cinta tanah air, kegiatan ini juga menjadi media promosi wisata sejarah Bandung yang dikemas dengan pendekatan edukatif.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Former Siahaan sebagai Penasihat Acara dan mendapat dukungan dari Komunitas Balada Manjing Manjang.
Kegiatan “Jalan-Cerita Sukarno” diharapkan menjadi agenda tahunan yang menumbuhkan nasionalisme sejak dini. Sejalan dengan visi Bandung sebagai kota budaya dan pendidikan, acara ini membuka jalan agar generasi muda mengenal sejarah bukan dari buku, tapi dari pengalaman langsung yang menyenangkan dan membekas.
