Koran Mandala –Para tokoh budaya dan akademisi Jawa Barat kembali bergerak untuk membantuk Dewan Kebudayaan Jawa Barat yang kedepan akan jadi ujung tombak upaya sistematis memperkuat eksistensi budaya Sunda. Agenda penting ini akan memasuki tahap penyusunan struktur organisasi dalam rapat kedua yang dijadwalkan pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 13.00 WIB, bertempat di Bumi Samami, Jl. Terusan Cipadung No. 15, Tubagus Ismail, Dago, Bandung.

Forum ini digagas sebagai wadah strategis untuk menyatukan langkah berbagai elemen kebudayaan di Jawa Barat—mulai dari tokoh adat, seniman, budayawan, hingga kalangan akademisi. Tujuannya adalah memperkuat sinergi antara masyarakat budaya dengan pemerintah dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai luhur budaya Sunda.

Tokoh Jabar Gagas Dewan Kebudayaan untuk Perkuat Identitas dan Memajukan Peradaban

Koordinator Forum, Abah Anton Charliyan, menyebut bahwa forum ini bukan sekadar forum pertemuan simbolik, tetapi akan diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan kebudayaan, terutama dalam membentuk karakter masyarakat Sunda yang cageur, bageur, pinter, dan singer.

“Kita perlu forum yang solid untuk menjaga budaya dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kearifan lokal. Forum ini bukan milik segelintir orang, tapi milik semua pegiat budaya,” ujar Abah Anton.

Forum ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang tidak hanya menghimpun ide, tetapi juga megakselerasi pembentukan Dewan Kebudayaan Jawa Barat dan merumuskan langkah nyata seperti mendorong pengesahan Perda Kebudayaan.

Rapat kedua ini akan menjadi momentum penting untuk menyusun struktur forum secara demokratis dan inklusif.

Exit mobile version