ADVERTISEMENT
Sebuah video yang mengguncang jagat media India memperlihatkan seorang pria berjalan terpincang-pincang, wajahnya penuh luka, darah membasahi kemeja putihnya. Ia berjalan ke arah ambulans, nyaris roboh, namun cukup sadar untuk mengatakan, “Saya berasal dari dalam pesawat.”
Pria itu, Viswash Kumar Ramesh, ternyata adalah satu-satunya yang selamat dari jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang membawa 230 penumpang dan 12 awak menuju London Gatwick.
ADVERTISEMENT
Ia dikenali oleh saudaranya, Nayan Ramesh, yang kemudian mengungkap isi percakapan video call yang takkan pernah dilupakannya.
Resmi ! Piala Presiden 2025 Diikuti Oleh 6 Tim, Tak Hanya Persib Bandung Sebagai Wakil Indonesia
Viswash seharusnya terbang bersama kakaknya yang lain, Ajay Ramesh. Tapi ketika pesawat menghantam tanah dan kobaran api melahap segalanya, Viswash hanya bisa berkata lirih, “Saya tidak melihat saudara saya. Saya tidak melihat penumpang lain.”
Pesawat jatuh pada pukul 13.38 siang waktu setempat, hanya satu mil dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad. Menurut pejabat kepolisian setempat, Vishakha Dabral, sebanyak 269 jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit utama, dan angka itu bisa berubah setelah tes DNA dilakukan.
Saksi mata di lokasi menggambarkan adegan mengerikan: badan pesawat menyeret bangunan-bangunan, lalu meledak dalam kobaran api yang meluluhlantakkan segalanya di jalurnya.
Di antara korban, lima di antaranya adalah mahasiswa B.J. Medical College. Dekan kampus, Minakshi Parikh, mengatakan jet tersebut menghantam ruang makan yang saat itu dipenuhi 60 hingga 80 mahasiswa yang tengah menyantap makan siang.
“Sebagian besar berhasil keluar,” katanya, “tetapi ada 10 atau 12 yang terjebak dan tidak sempat menyelamatkan diri.”
Dalam tragedi besar yang menyisakan puing dan duka mendalam, hanya satu suara yang masih bisa menceritakan detik-detik akhir dari dalam tubuh pesawat yang hancur: suara Viswash Kumar Ramesh, yang masih berusaha memahami keajaiban hidupnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






