ADVERTISEMENT
Menariknya, saat media menanyakan masa depannya di Ducati, Bagnaia memilih jawaban yang tenang namun dingin.
Ia menegaskan bahwa tidak ada perubahan berarti mengenai hubungan dengan Ducati, meski spekulasi soal kontraknya terus beredar. Pria bernomor 63 itu mengatakan bahwa ia fokus pada pekerjaan, bukan rumor.
Apa yang dikatakan Bagnaia penting untuk dicatat. Ia tidak menjawab dengan emosional, tetapi menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada performa dan kerja tim.
ADVERTISEMENT
Ducati Siap Perkenalkan Prototipe untuk MotoGP 2026 pada 19 Januari
Bagnaia bahkan menyebut bahwa dirinya ingin terus bersama Ducati, serta mencoba bangkit bersama tim pada MotoGP 2026 mendatang.
Tantangan Besar yang Dihadapi Bagnaia di 2025
Sepanjang MotoGP 2025, Bagnaia menghadapi banyak rintangan teknis dengan Ducati GP25.
Ia mengakui masih sulit memaksimalkan potensi motor, terutama dalam hal feeling pada bagian depan motor saat pengereman dan masuk tikungan.
Hal ini membuat performanya kerap naik turun dan tidak konsisten seperti musim sebelumnya. Selain itu, tekanan dari rekan setim Marc Marquez yang tampil dominan membuat Bagnaia acapkali dikritik.
Ada kalanya ia terlihat frustrasi karena hasil balapan tak sesuai harapan, sehingga media sering menyoroti pernyataannya pasca balapan.
Pandangan Ducati dan Fans
Walau sempat khawatir soal masa depan Bagnaia, Ducati dan beberapa analis percaya bahwa hubungan mereka belum berakhir.
Ducati melihat pengalaman dua kali juara dunia itu masih sangat berharga dalam upaya mereka mengembangkan motor baru.
Hal ini memberi harapan bahwa Bagnaia tetap menjadi bagian dari strategi jangka panjang Ducati.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






