ADVERTISEMENT
Albon mengatakan bahwa malam itu mungkin akan jadi malam yang istimewa bagi Norris. Tapi baginya, ia lebih memilih kembali ke keluarga dan menikmati momen dengan tenang.
Ia menilai bahwa sahabat-sahabat di paddock juga ngerasain, bahwa ini bukan cuma soal juara, tapi pengakuan atas ketangguhan mental dan skill.
Perjalanan Norris Meraih Gelar Dunia
Toto Wolff Serang Tuduhan Helmut Marko soal Kimi Antonelli: “Omong Kosong”
ADVERTISEMENT
Norris merebut titel juara dunia setelah menjalani balapan penuh tekanan di Abu Dhabi. Kendati start tidak mulus, rekan setimnya Oscar Piastri sempat menyalip di awal.
Norris tetap mampu memacu mobilnya hingga finis posisi ketiga. Posisi itu sudah cukup untuk memastikan gelar, karena koleksi poinnya unggul tipis dari rival terberatnya Max Verstappen.
Hasil ini sekaligus menandai kebangkitan tim McLaren, tim asal Inggris yang belum pernah merasakan gelar pembalap dunia selama puluhan tahun.
Kini McLaren kembali ke puncak, berkat kerja keras Norris dan timnya.
Kenapa Reaksi Russell & Albon Penting?
Reaksi dari Russell dan Albon memberi gambaran bahwa dalam dunia F1, rival tidak selalu berarti musuh. Justru mereka bisa saling menghormati upaya dan peluang.
Hal ini memberi warna. Menunjukkan bahwa di balik setingan teknologi dan kecepatan, ada respek dan solidaritas sesama pembalap.
Sikap ini juga memberi dimensi emosional bagi fans. Karena tidak cuma soal siapa cepat. Tapi juga soal perjuangan, kerja keras, dan rasa hormat.
Dan ketika seseorang menang, banyak yang ikut bahagia. Bukan hanya tim, tapi juga sesama pembalap.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






