ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Tokyo Motor Show 2025, yang kini dikenal sebagai Japan Mobility Show, resmi digelar di Tokyo Big Sight mulai 30 Oktober hingga 9 November. Acara ini menjadi panggung utama bagi produsen otomotif Jepang seperti Toyota, Honda, Mazda, Subaru, dan Suzuki untuk memamerkan inovasi terbaru mereka.
Tidak hanya merek lokal, brand global seperti BMW, Mercedes-Benz, dan BYD juga turut ambil bagian, menjadikan pameran ini sebagai barometer tren mobil masa depan.
Salah satu fakta menarik adalah kehadiran mobil listrik mungil BYD Racco, yang dirancang khusus untuk pasar Jepang dan dibanderol sekitar Rp 262 juta. Mobil ini menggunakan baterai Blade dan teknologi pendingin pompa panas, serta mendukung pengisian cepat hingga 100 kW.
ADVERTISEMENT
Biaya Perjalanan Mobil Listrik Bandung ke Jogja, Hemat 179 Ribu!
Tokyo Motor Show 2025, Menampilkan Beragam Konsep Mobil
Pameran tahun ini menampilkan beragam konsep mobil yang tidak hanya futuristik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan sosial masyarakat. Honda memperkenalkan Super-N, mobil listrik kompak yang akan masuk pasar Eropa tahun depan.
Mazda menghadirkan Vision X-Coupé, mobil sport dengan mesin rotary dan bahan bakar sintetis dari mikroalga yang diklaim 90% ramah lingkungan.
Toyota memperkenalkan IMV Origin, kendaraan modular yang dirancang untuk komunitas pedesaan dan negara berkembang. Mobil ini dikirim dalam kondisi 70% jadi dan dirakit secara lokal, mendukung ekonomi setempat dan efisiensi transportasi.
Lexus tampil beda dengan LS Concept enam roda yang mengubah definisi sedan mewah menjadi ruang hidup bergerak.
Sementara Subaru membawa dua konsep STI (listrik dan mesin pembakaran internal) yang menunjukkan transisi merek ke era elektrifikasi tanpa meninggalkan warisan performa.

Jepang Masih Penting bagi Dunia Otomotif
Di tengah transisi menuju kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif, Jepang menunjukan inovasi bisa tetap berakar pada budaya dan kebutuhan lokal.
Pameran ini juga menampilkan aspek budaya otomotif Jepang, termasuk mobil klasik dan demonstrasi mesin balap legendaris Honda dari era F1 1986.
Seperti yang dikatakan oleh Curtis Moldrich, Editor Digital CAR Magazine, “Industri mobil bukan hanya milik China dan Eropa, Tokyo menunjukkan bahwa Jepang masih punya suara kuat dalam membentuk masa depan mobilitas”.
Ditengah pesatnya laju dunia otomotif China, pameran ini seolah memberikan sinyal bahwa negara sakura itu masih berpengaruh dalam dunia otomotif Global.
Dukungan AI dan Teknologi Digital
Sebagian besar konsep yang dipamerkan mengintegrasikan teknologi AI, digitalisasi, dan pendekatan holistik terhadap mobilitas. Mazda Vision X-Compact, misalnya, menampilkan antarmuka AI yang dirancang untuk pengalaman berkendara yang lebih intuitif.
Tokyo Motor Show 2025, merupakan evolusi dari pameran otomotif legendaris yang pertama kali digelar pada tahun 1954 di Hibiya Park, Tokyo.
Awalnya hanya menampilkan kendaraan buatan Jepang, acara ini berkembang menjadi ajang internasional yang mempertemukan inovasi otomotif dari seluruh dunia. Pada tahun 2023, nama resmi diubah menjadi Japan Mobility Show.
Ajang ini penting bagi industri otomotif global, khususnya Asia. Tokyo Motor Show 2025 dengan fokus pada kendaraan listrik, bahan bakar alternatif, dan adopsi terhadap teknologi AI, pameran ini menunjukkan arah baru mobilitas masa depan. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






