KORANMANDALA.COM – Dalam 24 jam terakhir, media dan forum otomotif diramaikan oleh keluhan pengendara di wilayah Jawa Timur yang motornya mengalami brebet atau tersendat‐sendat setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Laporan-laporan muncul dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, hingga Surabaya.
Salah satu media melaporkan bahwa operator Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali Nusra (Jatimbalinus) bahkan secara terbuka meminta maaf atas banyaknya keluhan tersebut.
Analisis Teknis: Antara BBM dan Kondisi Motor
Pakar teknik mesin menjelaskan bahwa fenomena brebet setelah pengisian BBM tidak bisa otomatis disimpulkan sebagai kesalahan BBM semata.
Menurut artikel investigasi, salah satu penyebab potensial adalah kontaminasi seperti air atau oksidasi pada BBM yang menyebabkan pembakaran tidak optimal.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
-
Campuran bahan bakar tidak ideal — jika ada air atau partikel asing, pembakaran bisa tidak sempurna.
-
Komponen mesin atau sistem bahan bakar yang sudah menurun performanya — seperti injektor, filter bahan bakar, atau pompa bahan bakar.
-
Spesifikasi motor terhadap BBM — jika motor dirancang untuk oktan tinggi, penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah atau kualitas menurun bisa menimbulkan efek negatif.
Suara dari Lapangan
Laporan dari beberapa bengkel di Jawa Timur menyebut ada pola yang cukup konsisten: motor yang baru saja mengisi Pertalite, langsung mengalami gejala brebet, dan ketika BBM dikuras atau diganti dengan oktan lebih tinggi, gejala membaik.
Sebagai contoh, media mencatat bahwa pertamina menyediakan saluran pelaporan resmi jika pengendara mengalami kejadian ini, seperti di SPBU tempat pengisian.
Langkah Aman untuk Pengendara
Berikut beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan oleh pengendara motor yang mengalami atau khawatir terhadap fenomena ini:
-
Simpan struk pembelian BBM dan catat SPBU serta jam pengisian — berguna jika ingin melapor.
-
Periksa filter udara, filter bahan bakar, kondisikan injektor dan sistem suplai BBM bila motor sudah berumur.
-
Jika memungkinkan, isi BBM di SPBU yang ramai dan reputasi baik—karena mungkin tangki penyimpanan mereka lebih sering diperbarui dan rotasi BBM tinggi.
-
Coba apabila memungkinkan untuk mengganti ke BBM oktan lebih tinggi bila motor mendukung, dan lihat apakah performa membaik.
Pertamina & Pemerintah Perlu Transparansi
Dengan banyaknya keluhan, penting bagi pihak operator BBM dan pemerintah untuk memperlihatkan transparansi dalam investigasi, seperti uji laboratorium independen terhadap batch BBM dari SPBU terdampak. Hal ini krusial agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap kualitas BBM subsidi/semi-subsidi.
Gempar di Bekasi! Pertalite Dioplos Air, Polisi Ciduk 3 Pelaku
Isu motor brebet usai isi Pertalite memang nyata dan meluas di Jawa Timur. Namun, penyebabnya tidak bisa disederhanakan hanya menjadi “Pertalite jelek” — ada banyak variabel yang harus dicek: dari kualitas BBM distribusi, kondisi tangki SPBU, sampai kondisi mesin pengendara.
Pengendara memiliki hak atas BBM yang bersih dan sesuai standar untuk mesin mereka. Selama investigasi masih berlangsung, kewaspadaan, pelaporan yang tepat, dan pemeriksaan kondisi motor adalah kunci.
