ADVERTISEMENT
Steward menilai bahwa “menghalangi atau menunda proses penutupan gerbang sebelum balapan dimulai harus dianggap tindakan tidak aman” dan “hukuman finansial yang signifikan kepada tim harus dibebankan”.
Dengan demikian, denda diterapkan sebagai upaya untuk menjaga integritas prosedur grid dan keselamatan sebelum balapan.
Reaksi Red Bull
Tes Pramusim MotoGP 2026 Resmi Dirilis: Valencia Hingga Buriram Siap Menjadi Saksi Persaingan Baru
ADVERTISEMENT
Pada konferensi pers yang tertunda 75 menit karena sidang, prinsipal tim Red Bull menyatakan bahwa tim merasa telah mematuhi instruksi marshal.
Mereka juga menyebut bahwa kejadian tersebut “mungkin hanya salah paham” dan menjanjikan perbaikan untuk ke depannya.
Meskipun demikian, fakta bahwa prosedur dilanggar tetap menjadi catatan penting bagi tim.
Mengapa Ini Penting?
Insiden ini bukan sekadar soal pelanggaran kecil.
Di level tertinggi kompetisi seperti Formula One, setiap aspek prosedural termasuk akses area-terlarang, penanda posisi dan keamanan lintasan sangat diperhatikan.
Selain itu, tim yang “menyediakan referensi visual” untuk pembalap lawan menimbulkan pertanyaan soal fair-play dan strategi yang berada di luar batas etika kompetisi.
Akibatnya, denda ini menjadi pengingat bahwa seluruh tim harus menjaga prosedur dengan ketat agar tidak terkena sanksi dan reputasi.
Apa Selanjutnya?
Tim-tim F1 kini akan semakin waspada terhadap akses ke area grid, terutama setelah lap formasi dimulai. Karena, seperti insiden ini membuktikan: satu tindakan kecil bisa membawa konsekuensi besar.
Tim Red Bull sendiri telah menyatakan akan memperbaiki prosedur internalnya agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
Para pengamat berharap bahwa langkah ini akan membuat semua tim lebih tertib terhadap protokol safety dan fairness di lintasan.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






