Opini

Ridwan Kamil dan 12 Gerbong

Ada dua strategi KIM PLUS di sana.  Pertama menghimpun pendukung  dengan membangun KIM PLUS dan kedua mentekdung Anies supaya tak bisa nyalon. Dan ternyata upaya itu berhasil.

Di akhir deadline pendaftaran, KPU tidak mencatat nama petahana itu. Wal hasil Anies tak bisa nyalon.

Musibah Anies itu tentu saja jadi berkah bagi RK dan KIM PLUSnya. Bernafas lega mereka. Bablas angine.

ADVERTISEMENT

Maung kemayoran batal tandang.  Yang jadi lawan sekarang cuma kerak telor kreasi orang Menteng doang, Pramono Anung dan Rano Karno serta calon independen Dharma Pongrekun.

Pramono Anung itu banteng tua yang sarat dengan pengalaman sebagai politisi.  Dia pernah menjabat Sekjen. Sempat jadi ketua Fraksi.  Bahkan wakil ketua DPR mendampingi Marzuki Alie. Bersamanya sebagai wakil ketua ada Priyo Budi Santoso dan Taufik Kurniawan.

Tapi jago politik tidak identik tingginya elektabilitas. Apalagi isi tasnya kempes pes pes. Kate orang elektabilitas dan isi tas itu simbiosis mutualistis untuk menyedot minat pemilih.

Wallahualam.

Rano Karno juga termasuk banteng ketaton. Dalam hal popularitas tak bisa dinafikan. Dia itu seniman panggung yang tersohor dengan nama di Dul. Nama panggilan itu lebih sohor dari nama aslinya Rano Karno. Tapi dia pernah kalah dalam pilgub Banten 5 tahun lalu.

Lalu calon independen Dharma Pongrekun (lahir Toraja 12 Januari 1966) adalah  pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jendral (Komjen). Dia pernah menjabat sebagai wakil kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Nasional) dan mendapat gelar Dr. HC dari Universitas MBC Depok.

Sebagai pendamping Dr. Kun Wardhana (lahir 11 Agustus 1969 ) adalah dosen tetap Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta.

Mereka telah berhasil mengumpulkan syarat dukungan di atas ambang batas 7,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, yakni 618.968 calon pemilih yang tersebar di empat kabupaten dan kota di daerah Jakarta.

Nah bagi Ridwan Kamil yang nyagub di Jakarta, didampingi  Susmono (PKS), kalau nanti kalah juga, itu namanya terlalu kacida teuing.

Masa 12 lawan 2 keok  juga ?

Ulah ngerakeun urang Cikencreng atuh Ceng!.- ***

Page: 1 2

Published by

Recent Posts

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

16 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

17 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

19 jam ago

Massa Kuasai Simpang Lima Bandung, Kritik Masa pemerintahan Prabowo – Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa gabungan mahasiswa, komunitas, dan warga bergerak menuju Simpang Lima, Kota…

20 jam ago

Anne Mundur, Golkar Purwakarta Menanti Pemimpin Baru

KORAN MANDALA –Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta segera memasuki babak pergantian kepemimpinan. Anne…

20 jam ago

Anak 3 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayahnya

KORAN MANDALA –Dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 3 tahun di Kota Bandung menjadi sorotan…

21 jam ago