Tanya tanya ke warung Tegal, katanya cuma dapat nasi sama tempe orek, plus satu aqua gelas.

Dari aspek gizi, tempe memang bagus. Ada asam lemak, vitamin, mineral dan antioksidan.

Tapi kan itu cuma bagus diperut gak enak di mulut.

Dengan anggaran yang  morat marit, masih ada yang menggoda pikiran, jangan-jangan ada yang dimakan tikus lagi. Hal demikian kan gak aneh di negeri kita ini. Tahu sama Tahu, Mau sama Mau, GTM, lah.

Terus mekanismenya juga gimana tuh. Distribusinya kumaha ? Ah pasti banyak masalah yang  berkait berkelindan.

Pokoknya pusing tujuh kaliling dah.

Jangan jangan,  tujuan untuk membuat bangsa ini pintar cuma mimpi di siang bolong.

Mungkin harus ganti cara, putar haluan.

Apa tidak lebih baik itu anggaran diberikan kepada petani untuk menambah produksi pangan. Dan itu bisa dikaitkan dengan program ketahanan pangan.

Biarlah mereka para orang tua yang mengatur ekstra makan dan menunya sekalian. Pemerintah cukup  mendorong dan mengarahkan, bagaiamana dan apa saja makanan bergizi itu. Kan tanpa diberi  makan gratis juga,  mereka tetap harus makan. Gitu aja repot.

1 2 3 4

Wartawan Senior, Pengamat dan Aktivis Sosial

Comments are closed.

Exit mobile version