Dan, sekali lagi wallahu, Syeikh Maulana Mansur menutupi lubang dengan sebuah al Qur’an. Subhanallah setelah itu air mengecil dan mengalir hanya cukup untuk mengisi aliran sumur itu. Beberapa lama kemudian al Qur’an itu berubah wujud jadi batu. Lalu masyarakat menyebut sebagai “batu Qur’an”.
Tempat itu juga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi setiap hari.
Saya teringat, sekali waktu saya ketemu dengan kang Suyaman. Beliau itu berasal dari desa Cisempur kecamatan Cibalong kabupaten Tasikmalaya. Pernah jadi Bupati Pandeglang. Saya menemui beliau di rumahnya di Bandung Utara, dalam rangka mencari dukungan untuk pembentukan kabupaten Tasikmalaya Selatan.
ADVERTISEMENT
Beliau cerita bahwa sampai sekarang di Pandeglang, masih ada beberapa ulama yang dipercaya memiliki karomah. Kelebihan dari yang lain, misalnya dalam pengobatan alternatif atau hal lain yang supranatural.
Sekali lagi saya harus berucap, wallahu alam bisshowab.
Hanya Allah yang pasti benar.- ***
KORAN MANDALA – Ratusan massa gabungan mahasiswa, komunitas, dan warga bergerak menuju Simpang Lima, Kota…
KORAN MANDALA –Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta segera memasuki babak pergantian kepemimpinan. Anne…
KORAN MANDALA –Dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 3 tahun di Kota Bandung menjadi sorotan…
KORAN MANDALA – Mengayuh becak selama berjam-jam bukan pekerjaan ringan, terlebih bagi pekerja yang usianya tak…
KORAN MANDALA – Kepedulian terhadap maraknya perundungan terhadap anak mendorong Kang Hertigol (52) seorang petugas…
KORAN MANDALA –Target Zero New Stunting atau nol kasus baru stunting di Kota Bandung menghadapi…