Sabtu, 28 Februari 2026 5:50

Marwah Trias Politika tak tampak wujudnya. Presiden bisa mengutak atik legislatif. UU KPK diutak atik  dengan menempatkan sebagai subsistem dari  eksekutif.

UU Omnibus  bagai kafilah  terus  berlalu, meski anjing menggonggong. Lembaga yudikatif boleh diatur, siapa dikerepuk, siapa boleh berlindung di ketiak.

Kenapa kok seperti  kehilangan kendali ?

Ada pendapat, karena Jokowi tidak mendapatkan check and balance, dia tidak  menempatkan kekuasaan dengan bingkai agama.

Padahal kata Imam al Gazali rahimullah, kekuasaan itu harus dijadikan anak kembar dengan agama. Agama itu ibarat  pondasi sedang kekuasaan adalah  tembok (penjaga).

Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur, dan apa saja yang tidak punya tembok akan lenyap.

Mungkin juga benar kata Uceng bahwa  Joko Widodo menjadi banteng liar yang kabur sambil merusak kandang, lantaran kesalahan banyak orang. Lantaran kita terutama partai politik, masyarakat civil (termasuk media) membiarkan dia bermain sendirian.

Lantaran salah bunda mengandung.

Sejatinya, pengalaman pahit ini harus jadi cermin dalam melangkah ke depan.

Jangan salah pilih dan jangan biarkan pemimpin jalan sendirian.- ***

1 2

Wartawan Senior, Pengamat dan Aktivis Sosial

Exit mobile version