Nasional

Indonesia dan Arab Saudi Bahas Ketegangan Timur Tengah, Dorong Jalur Diplomasi

KORANMANDALA.COM –Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat komunikasi diplomatik menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Hal itu dibahas dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, pada Kamis (5/3/2026).

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak mendiskusikan perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk meredakan situasi yang semakin memanas.

Sugiono menyampaikan keprihatinan mendalam pemerintah Indonesia terhadap eskalasi konflik yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan dan keamanan global.

ADVERTISEMENT

Tambalan Aspal Bekas Galian Kabel di Bandung Dikeluhkan Warga, Permukaan Jalan Tidak Rata

“Indonesia sangat prihatin terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kami percaya dialog dan diplomasi harus menjadi jalan utama untuk menurunkan eskalasi konflik dan mencegah perang yang lebih luas,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sesuai hukum internasional serta ketentuan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain itu, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya deeskalasi yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan. Sugiono mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

Menurutnya, Indonesia siap berperan aktif dalam upaya diplomasi dan mediasi, baik secara bilateral maupun melalui forum multilateral, guna mendorong tercapainya solusi damai yang berkelanjutan.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi melalui pernyataan resminya juga mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut. Kedua menteri sepakat bahwa dialog dan diplomasi perlu terus diperkuat agar konflik di kawasan tidak semakin meluas.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak akhir Februari 2026 setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Situasi itu kemudian memicu serangan balasan dari Iran yang meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik secara damai sebagai bagian dari peran aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas internasional.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

8 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

8 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

9 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

10 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

11 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

13 jam ago