ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan kondisi terbaru penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera setelah meninjau langsung daerah terdampak di Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam keterangannya di Bandung, AHY menuturkan bahwa akses menuju beberapa wilayah masih terputus akibat kerusakan berat infrastruktur.
“Empat jam perjalanan untuk menembus Aceh Tamiang, dan kami melihat langsung masih banyak keterbatasan akses di tiga provinsi. Banyak jalan putus dan jembatan hancur,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menilik Calon Lawan Persib Bandung di Babak 16 Besar ACL Two 2025/2026
AHY menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyambungan akses sementara agar distribusi bantuan kemanusiaan tidak terhambat.
Menurut dia, pembangunan jangka panjang seperti perbaikan permanen jembatan dan jalan membutuhkan waktu beberapa bulan sehingga langkah darurat harus didahulukan.
“Kami harus bergerak cepat. Bantuan kemanusiaan seperti sembako, obat-obatan, dan kebutuhan harian sudah siap dikirim, tapi kalau aksesnya terputus tentu sulit,” kata AHY.
Selain infrastruktur, kondisi permukiman warga juga menjadi perhatian serius. Di Aceh Tamiang, banyak rumah dilaporkan mengalami rusak berat, bahkan sebagian hanyut terbawa arus.
Untuk itu, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta BNPB guna melakukan pemetaan dan identifikasi kerusakan secara rinci.
Meski biasanya tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan setelah masa tanggap darurat, AHY menegaskan bahwa pemerintah memilih menjalankan proses tersebut secara paralel agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
“Kami juga menghitung kebutuhan untuk rekonstruksi, dan berkoordinasi ketat dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten,” ujarnya.
Terkait anggaran, perhitungan awal dari Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan kebutuhan mencapai sekitar Rp51 triliun untuk sektor pekerjaan umum. Sementara untuk kebutuhan perumahan, proses verifikasi masih berlangsung karena setiap kategori kerusakan memiliki indeks biaya berbeda.
“Ini terus di-update, dan perumahan sedang dihitung. Mohon bersabar, nanti akan kami sampaikan secara lengkap,” kata AHY.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






