ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Banjir di Asia 2025 menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern. Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Malaysia mengalami kerusakan parah dan menelan banyak korban.
Menurut laporan PBB, lebih dari 1.600 orang tewas akibat kombinasi siklon dan monsun yang melanda Asia pada akhir November 2025, dengan jutaan lainnya terdampak.
Di Sumatra, Indonesia, data BNPB tercatat meninggal 852 jiwa, Hilang 547, Terluka 2700 orang akibat banjir dan longsor setelah siklon menghantam wilayah tersebut. Malaysia dan Thailand juga melaporkan ratusan korban jiwa, dengan ribuan rumah terendam dan fasilitas kesehatan lumpuh.
ADVERTISEMENT
50 Kabupaten Terdampak 776 Korban Jiwa, Bencana Sumatra Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
Foto udara dari berbagai wilayah menunjukkan rumah-rumah tenggelam, jalan raya terputus, dan masyarakat terjebak tanpa akses bantuan. Banjir ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan krisis kemanusiaan yang menuntut respons cepat dan terkoordinasi.
Selain korban jiwa, banjir Asia 2025 menimbulkan kerugian ekonomi besar. Infrastruktur transportasi hancur, jaringan listrik terputus, dan sektor pertanian mengalami kerugian miliaran dolar. Ribuan hektar sawah di Indonesia dan Thailand gagal panen, mengancam ketahanan pangan regional.
Badan dunia PBB terus memantau krisis banjir dan siklon di Asia, serta menjalin komunikasi erat dengan otoritas nasional. PBB mendukung operasi darurat yang sedang berlangsung, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, air bersih, hingga sanitasi.
“Terkait krisis ini, kami bekerja sama secara erat dengan pemerintah dalam bidang air, sanitasi dan kebersihan (WASH), logistik, serta koordinasi dengan mitra lokal,” ujar Juru Bicara PBB, Stéphane Dujarri seperti dikutip news.un.org (5/12)

Siklon dan Monsun
Siklon (Cyclone) dan Monsun (monsoon); dua fenomena iklim tropis yang sering kali menjadi penyebab utama bencana di Asia. Cyclone, atau siklon tropis, merupakan badai besar dengan pusat tekanan rendah yang terbentuk di atas lautan hangat. Angin berputar kencang membawa hujan deras, gelombang tinggi, dan potensi banjir bandang.
Monsoon (monsun / muson) atau angin musiman yang bersifat periodik, adalah pola angin yang bergeser setiap tahun, membawa curah hujan ekstrem ke wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Ketika keduanya bertemu, dampaknya bisa sangat menghancurkan: banjir meluas, tanah longsor, hingga kerusakan infrastruktur vital.
Asia Rentan terhadap Siklon dan Monsun
Asia Tenggara dan Selatan memiliki kombinasi geografis yang membuatnya sangat rentan. Lautan tropis yang hangat menjadi bahan bakar utama siklon, sementara pola monsoon membawa curah hujan ekstrem setiap tahun. Urbanisasi cepat tanpa perencanaan tata kota yang memadai memperburuk dampak banjir.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Bangkok, dan Colombo menghadapi tantangan serius bencana Hidrometeorologi karena sistem drainase yang kurang mampu menampung curah hujan ekstrem. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






