ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memantau Bibit Siklon 95B yang berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar. Siklon yang melanda kawasan Selat Malaka tersebut bergerak menuju Aceh dan memicu terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kondisi ini meningkatkan suplai uap air di perairan hangat Selat Malaka. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatera.
“Siklon tersebut bergerak dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam). Sedangkan dalam 48 jam kedepan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/11/2025).
ADVERTISEMENT
Dalam hal tersebut, BMKG mengingatkan cuaca ekstrem tetap berpotensi muncul sebagai dampak lanjutan sistem siklon. Risiko bencana hidrometeorologi meningkat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menerangkan, Siklon Tropis Senyar memicu hujan sangat lebat di Aceh dan Sumut. Menurutnya, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumbar dan Riau.
“Siklon Senyar memicu hujan ekstrem di Aceh dan Sumut. Hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah lain,” katanya.
Ia menjelaskan, gelombang sedang hingga tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan. Potensi tersebut meliputi Selat Malaka bagian tengah, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






