KORANMANDALA.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sangat mencuri perhatian publik akhir-akhir ini dengan sejumlah gebrakan dan kebijakannya. Tak heran dirinya meraih kesukaan dan kepuasan dari publik yang tinggi berdasar survei yang dilakukan Lingkaran Strategis (RILIS).
Berdasarkan survei RILIS, Purbaya menempati posisi pertama tingkat kesukaan dengan 88,4 persen. Sementara di posisi kedua, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendapatkan tingkat kesukaan sebanyak 87,2 persen. Tingkat kesukaan tersebut pun hampir berbanding lurus dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja keduanya, yakni 83,6 persen untuk Amran dan 82,8 persen untuk Purbaya.
Hasil ini diperoleh dari survei yang dilakukan pada 11-16 Oktober 2025 di enam provinsi di Pulau Jawa dengan melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak melalui metode Multistage Random Sampling. Wawancara dilakukan secara langsung, dengan margin of error 3,47 persen.
Pengamat Sebut Purbaya dan Teddy Paling Menonjol di Kabinet Prabowo
Direktur Riset RILIS Arman Salam menerangkan, baik Amran maupun Purbaya dipersepsikan sebagai sosok yang bersih, berani, jujur, dan anti korupsi. Di tengah maraknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, citra positif ini menjadi daya tarik tersendiri.
“Itu data kualitatif yang kami peroleh, bahwa di antara alasan paling menonjol karena kedua menteri itu dianggap bersih, berani, jujur, dan tegas sebagai modal utama berhasil atau tidaknya kerja seorang menteri. Misalnya, Pak Amran tercitrakan sebagai mister clean,” ujarnya, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Selain itu, Menteri Amran juga diapresiasi atas kebijakannya yang berani menghentikan impor beras, sehingga menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani lokal. Sementara itu, Menteri Purbaya dinilai melakukan gebrakan fenomenal yang mengundang perhatian dan harapan publik, meskipun baru menjabat beberapa bulan.
“Kedua menteri itu memang tampil dan hadir pada momen yang tepat pada saat mayoritas publik hari ini sedang merindukan sosok pejabat yang bersih, di tengah berbagai temuan praktik mega korupsi triliunan. Nah, mereka tampil seperti menjawab kerinduan dan harapan publik tersebut,” jelasnya.
Namun begitu, dia pun mengingatkan tantangan yang perlu diatasi oleh kedua menteri tersebut. Arman mengungkap, tingkat pengenalan (awareness) terhadap Amran dan Purbaya masih belum ideal, terutama di kalangan milenial dan masyarakat akar rumput.
“Yang terjadi dengan Pak Amran dan Pak Purbaya, keduanya memiliki tingkat pengenalan yang masih belum ideal, sekitar 51 persen. Tapi tingkat kesukaannya cukup tinggi, di atas 80 persen. Kalau di pilkada atau di pilpres, biasanya masuk dalam kategori ‘barang bagus’ untuk dipilih,” jelasnya.
Oleh karena itu, penting bagi keduanya untuk terus meningkatkan komunikasi dan sosialisasi program-program mereka kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
“Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi menteri yang dicintai, tetapi juga dikenal dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
