KORANMANDALA.COM – YouTuber Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah Jawa Barat terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap selebgram Azizah Salsha, yang juga dikenal sebagai mantan istri pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob bersama sang adik, Muhammad Jannah alias Bigmo, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Azizah Salsha.
Kuasa hukum Resbob, Fidelis Giawa, mengatakan kliennya akan memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung di Polda Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
“Ya, ini sebenarnya perkara lama yang sudah bergulir sejak tahun lalu,” kata Fidelis saat diwawancarai Senin 9 Maret 2026
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan masih berada pada tahap pemeriksaan terhadap tersangka.
“Besok ada pemeriksaan di Polda Jawa Barat, saya akan mendampingi. Besok masih tahap pemeriksaan,” ujarnya.
Fidelis juga menyebut bahwa Bigmo kemungkinan tidak hadir dalam pemeriksaan tersebut karena berada di luar kota.
“Sedangkan Bigmo tidak di sini, kemungkinan berada di Jakarta Timur,” katanya.
Kasus ini bermula dari laporan Azizah Salsha pada 12 Agustus 2025 yang tercatat dengan nomor LP/B/387/VIII/2025/SPKT/Bareskrim Polri.
Dalam laporannya, Azizah menuding dua akun media sosial telah menyebarkan konten yang dianggap memfitnah serta merugikan dirinya dan keluarganya.
Akun yang dilaporkan adalah akun TikTok @ibaratbradpitttyang diketahui milik Resbob serta akun YouTube Niceguymo milik Bigmo. Konten yang diunggah melalui akun tersebut dinilai memuat narasi yang mencemarkan nama baik Azizah dan keluarganya.
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Rizki Prakoso, membenarkan bahwa kedua kreator konten tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sudah (tersangka),” ujar Rizki saat Kamis (5/3/2026).
Ia juga memastikan bahwa penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada pekan ini.
Perkara ini menjadi babak baru dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang telah berjalan sejak Agustus 2025 dan kini memasuki tahap pemeriksaan terhadap para tersangka.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






