Kamis, 26 Februari 2026 15:29

KORANMANDALA.COM – Kabagops Korps Lalu Lintas Polri Kombes Aries Syahbudin mengatakan penegakan hukum dalam kini lebih transparan dan humanis, dengan mayoritas pelanggaran ditindak melalui Electronic Traffic Law Enforcement (), baik statis maupun mobile.

Sistem ini dinilai mampu menekan potensi terjadinya pungutan liar dan memperkuat kepercayaan publik.

“Mayoritas penegakan hukum sudah menggunakan ETLE. Penegakan hukum menggunakan tilang konvensional berada di bawah pelaksanaan penegakan hukum yang menggunakan sarana ETLE. Ini menjadi salah satu tolak ukur,” jelasnya saat apel pagi di lapangan NTMC Korlantas Polri, Senin (24/11/2025).

Hati-hati! 5 Titik Paling Rawan Operasi Zebra Lodaya 2025 di Bandung

Selain penindakan, penertiban balap liar dan penataan pengguna jalan juga menunjukkan hasil baik. Dia mengklaim respons publik di media sosial menunjukkan tren positif dan menilai Operasi Zebra berhasil meningkatkan ketertiban lalu lintas.

“Kegiatannya masih tetap berlangsung sampai dengan tanggal 30 atau akhir minggu ini,” imbuhnya.

Pekan ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Apel Kasatwil di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, yang dihadiri 508 Kapolres, 36 Kapolda, 36 Karo Ops, serta jajaran PJU Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi internal dan penguatan integritas jajaran Polri.

“Kalau Pak Kapolri bilang, saatnya kita melakukan taubatan nasuhah, introspeksi diri. Ini kegiatan yang serius dan harus menular ke seluruh Insan Bhayangkara,” tegasnya.

Aries juga mengingatkan agar perbaikan dimulai dari hal kecil, mulai dari disiplin apel hingga kepatuhan menggunakan helm dan memasang plat nomor kendaraan.

“Tidak perlu berpikir muluk-muluk, perbaiki diri masing-masing dan laksanakan tugas sesuai tupoksinya,” katanya.

Koranmandala.com

Exit mobile version