KORANMANDALA.COM – Sebanyak 372 orang terjaring operasi Antik (Anti Narkotika) Lodaya yang digelar Polda Jawa Barat. Dari ratusan tersangka tersebut, 37 orang diantaranya merupakan target operasi kepolisian.
Selain itu, dalam operasi Antik Lodaya 2025, Polda Jabar pun berhasil mengungkap laboratorium produsen narkoba, termasuk jaringan pemasok sabu internasional. Operasi Antik ini merupakan program Asta Cita Presiden Prabowo.
“Ini merupakan program Asta Cita bapak Presiden kita, memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba. Polda Jabar selalu kontinyu rutin mengungkap,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan di Mapolda Jawa Barat, Kamis (20/11/2025).
Hendra mengemukakan, Operasi Antik Lodaya 2025 digelar selama 10 hari. Bukan hanya reserse narkoba yang dikerahkan, namun juga fungsi reserse lainnya termasuk intelijen. Diharapkan semua aspek dalam jaringan narkoba dapat terdeteksi dan dihentikan.
“Operasi Antik ini membuktikan komitmen negara hadir dan negara tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba. Negara harus berhasil memberantas peredaran narkoba,” tegasnya.
Sementara, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat Kombes Albert Deddy Sulistyo Nugroho mengungkap, dari 37 orang target operasi yang berhasil ditangkap merupakan bagian dari lima jaringan sindikat narkoba.
“Kami tidak melihat barang bukti yang disita, namun kualitas dari jaringan ini. Jadi 37 tersangka terbagi dari lima jaringan,” sebutnya.
Dari 335 tersangka lainnya merupakan bagian dari 67 jaringan sindikat. Dari hasil pengungkapan itu, menurut Albert, Polda Jawa Barat menyita 1.456 gram lebih sabu, 15.125,12 ganja, 124 butir ekstasi, 2.868,19 gram tembakau sintetis, 47.570 butir obat keras terbatas, dan 136 butir psikotropika.
“Tidak ada ruang bagi sindikat narkoba di Bumi Pasundan ini. Kami seluruh jajaran membulatkan tekad untuk memberantas habis sindikat narkoba,” pungkasnya.
