ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, berinisial ZA, ditemukan tewas bersimbah darah di pelataran sebuah bengkel di kawasan Jalan Cikuda, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jumat malam (1/8/2025). ZA diketahui sedang menjalani program praktik kerja lapangan (PKL) di bengkel tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Warga sekitar yang pertama kali menemukan korban sontak panik. Ketua RW 11, Asep Somantri (59), menerima laporan dari warga bahwa ada seorang pria muda tergeletak tak bernyawa di lokasi.
“Saya langsung ke sana. Waktu dicek, tubuhnya sudah dingin dan tidak ada denyut nadi. Luka tusuknya tepat di dada sebelah kiri, dekat jantung,” ujar Asep.
ADVERTISEMENT
Prediksi susunan pemain Persib Bandung vs Western Sydney Wanderers Dalam Laga Puncak Pesta Biru.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga dan pihak kepolisian, korban bukanlah warga sekitar. Ia hanya tinggal sementara di sana karena keperluan magang. Keberadaan ZA yang jauh dari keluarga menambah pilu kejadian ini, mengingat usianya yang masih belia dan niat awalnya hanya untuk belajar bekerja.
Tak butuh waktu lama, polisi bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari lima jam setelah kejadian, seorang pria berinisial TN berhasil ditangkap dan kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panyileukan.
“Pelaku sudah kami amankan. Motif sementara mengarah pada persoalan asmara. Keduanya saling mengenal,” ungkap Kapolsek Panyileukan, Kompol Kurnia, Sabtu (2/8/2025).
Namun demikian, polisi masih terus mendalami motif pasti dari pembacokan ini. Dugaan sementara mengarah pada konflik pribadi yang berujung pada kekerasan fatal.
Tragedi ini menambah daftar panjang kasus kekerasan remaja yang berakar pada konflik personal dan minimnya penyelesaian secara sehat. Para warga berharap, peristiwa serupa tidak kembali terjadi, terlebih saat menyangkut anak-anak muda yang seharusnya berada di masa produktif belajar dan mengembangkan diri.
“Ini jadi pelajaran juga buat kami semua. Jangan sampai persoalan pribadi berujung petaka seperti ini,” kata Asep dengan nada prihatin.
Polisi masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian secara utuh. Sementara itu, jenazah ZA telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemulangan ke pihak keluarga.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






