Memahami Stroke Non-Hemoragik, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

KORANMANDALA.COM – Stroke non-hemoragik, juga dikenal sebagai stroke iskemik, adalah jenis stroke yang paling umum terjadi dan disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak, menghalangi aliran darah dan menyebabkan kematian sel-sel otak.

Lebih dari 80% kasus stroke di seluruh dunia disebabkan oleh jenis ini, menjadikannya kondisi medis yang mendesak dan memerlukan penanganan segera.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami stroke iskemik meliputi kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: BARU UPDATE! 12 Akun FF Sultan Gratis Hari Ini Rabu 13 Juli 2024, Skin Free Fire Paling Favorit dan Ribuan Diamonds untuk Anda

Penyakit seperti gangguan irama jantung, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi juga berkontribusi terhadap risiko stroke, demikian pula riwayat keluarga yang memiliki stroke sebelumnya.

Gejala stroke iskemik bervariasi tergantung pada area otak yang terpengaruh oleh kurangnya aliran darah.

Gejala umumnya termasuk mati rasa atau kesulitan bergerak pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami ucapan, sulit menelan, pusing, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, sulit berjalan, dan penglihatan buram.

Penanganan segera sangat penting dalam mengatasi stroke iskemik. Jika gejala baru muncul dalam waktu 3-4,5 jam, pemberian obat-obatan seperti tissue plasminogen activator (TPA) dapat dilakukan untuk melarutkan gumpalan darah yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah.

Prosedur ini berisiko, namun dapat memberikan hasil yang signifikan jika dilakukan tepat waktu. Dokter juga dapat mempertimbangkan pemasangan stenting untuk memperbaiki aliran darah yang tersumbat, terapi oksigen untuk mendukung fungsi pernapasan, atau bahkan operasi untuk mengangkat gumpalan darah yang menghalangi aliran darah otak.

Setelah stabil, fisioterapi menjadi penting untuk membantu pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup penderita stroke.

Fisioterapi bertujuan untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas anggota tubuh yang terkena, serta membantu dalam rehabilitasi bicara dan menelan bagi mereka yang mengalami gangguan tersebut.

Page: 1 2

Published by

Recent Posts

Adang Rochyana Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Jabar 2026–2031

KORAN MANDALA –Irjen Pol (Purn.) Adang Rochyana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah…

14 menit ago

Jadwal Padat Mengadang, Marc Klok Tegaskan Target Persib

KORAN MANDALA –Persib Bandung tak punya banyak ruang untuk lengah. Di tengah jadwal pertandingan yang…

1 jam ago

Zakat BAZNAS Garut Tembus Rp13 Miliar, Penghimpunan Menurun

KORAN MANDALA – Penghimpunan zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut mencapai Rp13 miliar pada…

2 jam ago

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Kesejahteraan

KORAN MANDALA –Masyarakat dapat mengecek desil kesejahteraan keluarga untuk mengetahui kelompok tingkat kesejahteraan yang tercatat…

3 jam ago

Jagad Music Waldorf Vol.1: Saat Musik Jadi Ruang Tumbuh Bersama Anak

KORAN MANDALA – Minggu pagi (18/10/2026), Jagad Alit Waldorf, sekolah Waldorf di Bandung yang menerapkan…

3 jam ago

Cuaca Panas, Ini 7 Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Terhindar dari Dehidrasi

KORAN MANDALA –Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi…

5 jam ago