Hiburan

4 Kesalahan Saat “War Takjil” Di Bulan Ramadhan

KORANMANDALA.COM –Fenomena war takjil makin ramai setiap Ramadan. Menjelang azan Magrib, lapak-lapak dadakan diserbu pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI VI Daring), takjil diartikan sebagai mempercepat berbuka puasa serta makanan dan minuman untuk berbuka. Secara bahasa, istilah ini berasal dari bahasa Arab taʿjīl yang berarti menyegerakan.

Namun di balik euforia berburu kolak, gorengan, hingga minuman kekinian, ada sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan tanpa disadari. Bukan cuma bikin boros, tapi juga bisa mengurangi makna puasa itu sendiri.

ADVERTISEMENT

Rusunami Sadang Serang Dikebut, Janji Hunian Terjangkau atau Abaikan Risiko Bandung Utara?

Berikut empat kesalahan yang sering terjadi saat war takjil

1. Lapar Mata, Ujungnya Boros

Menjelang berbuka, rasa lapar membuat segalanya terlihat menggoda. Tanpa pikir panjang, aneka jajanan masuk kantong plastik. Padahal, belum tentu semuanya habis dimakan.

Dilansir OCBC. Com Jika setiap hari menghabiskan Rp20.000 hingga Rp30.000 untuk takjil, dalam sebulan totalnya bisa mencapai Rp600.000 sampai Rp900.000. Nominal itu sebenarnya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, ditabung, bahkan menjadi tambahan investasi. Tanpa perencanaan, kebiasaan kecil ini bisa membuat pengeluaran Ramadan melonjak drastis.

2. Datang Terlalu Dekat Waktu Magrib

Datang ke lokasi takjil lima atau sepuluh menit sebelum azan sering berujung penyesalan. Menu favorit sudah ludes, pilihan tinggal sedikit, suasana pun semakin padat.

Alih-alih tenang menyambut waktu berbuka, justru muncul rasa kesal karena tidak kebagian. Perencanaan waktu yang kurang tepat membuat momen berbuka terasa terburu-buru dan kurang nyaman.

3. Beli karena Viral dan FOMO

Media sosial punya pengaruh besar. Ketika satu menu disebut-sebut “wajib coba” atau viral, pembeli berbondong-bondong ingin ikut merasakan. Padahal belum tentu sesuai selera.

Akibatnya, pembelian didorong rasa takut ketinggalan tren (fear of missing out), bukan kebutuhan. Tak jarang, makanan yang dibeli hanya dicicip sedikit lalu tersisa.

4. Berebut dan Kurang Tertib

Keramaian sering memicu saling serobot antrean atau berebut dengan pembeli lain. Padahal Ramadan identik dengan menahan diri dan menjaga sikap.

Euforia berburu takjil seharusnya tidak menghilangkan etika. Menjaga ketertiban dan menghormati sesama pembeli maupun penjual justru menjadi bagian dari nilai puasa itu sendiri.

Berburu takjil bukan hal yang salah. Justru itu menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang menyenangkan. Namun, tanpa kendali, kebiasaan ini bisa berdampak pada kondisi keuangan dan kualitas ibadah.

Sebelum ikut war takjil, ada baiknya membuat daftar belanja sederhana, menentukan anggaran, serta datang lebih awal agar suasana tetap nyaman. Dengan begitu, momen berbuka tetap hangat, dompet aman, dan Ramadan terasa lebih bermakna.

KoranMandala.com

Published by
Tags: War Takjil

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

9 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

10 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

11 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

12 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

13 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

14 jam ago