KORANMANDALA.COM – Marapthon Season 3 bertajuk “The Last Tale” resmi dimulai pada 8 Februari 2026 lalu. Program live streaming maraton asal Indonesia ini dipimpin oleh Reza Arap.
Live streaming berlangsung selama 100 hari nonstop sebagai penutup rangkaian acara fenomenal yang sudah berjalan sejak musim pertama.
Format acara menonjolkan narasi berkelanjutan, interaksi spontan dengan audiens, serta durasi ekstrem yang menuntut konsistensi produksi, peralatan videography mutakhir dan koneksi internet super stabil.
YouTuber RESBOB Dilaporkan ke Polda Jabar, Viking Geram Sunda Dihina
Anggota inti Marapthon Session 3 ini tetap sama seperti musim sebelumnya, 9 orang yaitu: Reza Arap, Jot, Yuka, Garry, Aloy, Tepe, Niko, Bravy, dan Ibot.
Pada Marapthon Session 1 yang dimulai pada akhir 2024 selama 34 hari, hanya dengan empat member, yaitu Reza Arap, Jot, Yuka, dan Garry.
Lalu Marapthon berlanjut pada Season 2 tanggal 21 Januari 2025, dengan tajuk “Road to South Blue”. Pada musim ke dua ini live streaming berjalan selama dua bulan dan resmi berakhir pada Minggu, 30 Maret 2025.
Basecamp Baru & Produksi Lebih Matang
Musim ini menggunakan basecamp lebih luas yang dikelilingi hutan, diduga berlokasi di Sentul, Bogor.
Peralatan produksi juga ditingkatkan, termasuk penggunaan Mixer Midas M32R dan dukungan tim GLHFSon, demi kualitas audio-visual lebih profesional.
Pada hari pertama, penonton live di YouTube mencapai lebih dari 200 ribu orang, menandai antusiasme luar biasa dari komunitas YouTube.
Konsep Raw Content Tanpa Skrip
Berbeda dari konten drama, Marapthon mengusung konsep live streaming tanpa alur cerita terstruktur (Raw Content).
Fokusnya adalah interaksi spontan, tantangan harian, dan keterlibatan penonton secara real-time.
Live Streaming dilakukan di area rumah yang konon telah disewa oleh Reza Arap khusus untuk Marapthon. Rumah mewah dengan konsep open space, ada ruangan luas, kolam renang dan halaman.
Reza Arap dan timnya AAAclan melakukan live streaming 24 jam nonstop selama 100 hari dengan berbagai kegiatan seperti: kumpul mengobrol spontan di ruang tengah, kemah di halaman, berenang, main gitar, baca live comment dll.
Musim ketiga ini sekaligus menjadi babak terakhir, sebagai bentuk penghormatan Reza Arap terhadap pesan dan impian mendiang Lula Lahfah, sahabat yang wafat pada Januari 2026.
Farida Nurhan Jual Kanal Youtubenya Rp10 Miliar? Pindah Haluan dari Youtube ke TikTok
Alasan Emosional di Balik “The Last Tale”
Reza Arap menyatakan bahwa Season 3 bukan sekadar konten, melainkan amanah dari Lula Lahfah.
Pesan Lula seperti *“I want to see you win in life”* menjadi motivasi utama Reza untuk menuntaskan Marapthon sebagai kisah penutup.
Tidak ada rencana musim berikutnya setelah 100 hari ini selesai. Jadi session 3 ini dipastikan menjadi sesi Marapthon terakhir.
Donasi Dukungan Komunitas Sampai Ada yang ‘Sawer’ 100 juta
Marapthon Season 3 membuka donasi melalui Tiptap.gg dan Mediashare. Donasi bertingkat menentukan durasi shoutout di layar, mulai dari Rp10.000 untuk 5 detik hingga Rp100 juta untuk 5 hari.
Pada awal awal live streaming, donasi atau ‘saweran’ besar datang dari Bogelitos senilai Rp100 juta, yang langsung viral dan menjadi rekor. Meski begitu, fokus acara tetap pada dukungan komunitas, bukan sekadar angka finansial.
Prestasi Global Most Watched Channel di YouTube
Channel Marapthon Reza Arap (Youtube/YB) sempat mencatat prestasi luar biasa dengan menempati peringkat 1 global kategori Most Watched Channel di YouTube pada awal Februari 2026. Hari ini (15 Februari) menduduki posisi ke 4 top Global.
Posisi ini bahkan menggeser nama besar live streamer internasional seperti IShowSpeed, sekaligus memperkuat dominasi Reza Arap di Indonesia, melampaui streamer populer lain seperti Windah Basudara, live streamer gaming Indonesia lainnya.
