ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Mengawali tahun 2026 dengan semangat dan optimisme baru, penyanyi jazz pendatang baru Katherina Achmad & Friends merilis karya unik berjudul “Resep Sayur Rawon” (RSR).
Lagu ini menghadirkan nuansa swing jazz yang segar dengan pendekatan naratif yang tak lazim, menjadikannya warna baru di kancah musik jazz Indonesia.
Judul yang terkesan sederhana namun tidak biasa itu langsung menarik perhatian. Keunikan “Resep Sayur Rawon” semakin terasa ketika lagu diperdengarkan baik dari sisi lirik maupun aransemen yang menyuguhkan kisah dengan sentuhan hangat dan penuh makna.
ADVERTISEMENT
Dua Pekan Pasca Gugurnya Pra Peradilan, Kejari Bandung Beberkan Alasan Belum Ada Penahanan
RSR merupakan karya orisinal Katherina Achmad, baik dari segi syair maupun komposisi nada. Lagu ini dibalut aransemen swing jazz yang jernih dan tertata apik. Permainan piano Buntoro Nugroho, murid maestro jazz Bubby Chen, menjadi tulang punggung aransemen sejak interlude hingga penutup lagu.
Aransemen semakin kaya dengan kontribusi Rachmat Anggara Gunadi pada gitar, Aries Ardiansyah pada bass, narasi oleh Shinta Kusumawati, serta tiupan saksofon Taufik Saefulloh yang memberi aksen kuat dan membuat lagu ini nyaman di pendengaran.
Sebelum terjun ke dunia musik, Katherina Achmad telah lebih dulu dikenal sebagai penyair dan pelukis. Sejumlah antologi puisinya telah dipentaskan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Memasuki awal 2026, ia menggandeng para musisi untuk menyalurkan ekspresi seninya melalui medium musik jazz swing.
“Sejak kecil saya diberi keleluasaan untuk berekspresi oleh mamie dan papie saya. Sastra, lukisan, hingga kini musik adalah ruang kebebasan saya dalam berkarya,” ujar Katherina. Salah satu lukisannya bahkan ditampilkan dalam video klip “Resep Sayur Rawon”.
Katherina Achmad merupakan lulusan S2 Ilmu Komunikasi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Ia pernah berkiprah sebagai wartawan Surat Kabar Pakuan (2000–2001) serta menjabat sebagai Humas Kebun Raya Bogor–LIPI (2002–2008). Meski sempat ditawari menjadi dosen dan aparatur sipil negara (ASN), Katherina memilih menekuni dunia seni.
Tesisnya yang berjudul “Kiprah Karya dan Misteri Kehidupan Raden Saleh: Perlawanan Simbolik Seorang Inlander” bahkan telah diterbitkan menjadi buku teks. Namun, panggilan berkesenian membuatnya konsisten berkarya di jalur lukisan, sastra, dan kini musik.
Melalui “Resep Sayur Rawon”, Katherina Achmad & Friends tidak hanya menyajikan musik jazz yang unik, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang kehangatan dan kebersamaan. Sebuah metafora sederhana: sisa kuah rawon akan tetap nikmat jika disantap bersama orang-orang tersayang—menegaskan bahwa lagu ini bukan sekadar bercerita tentang kuliner, melainkan tentang makna kebersamaan dalam kehidupan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






