ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Bagi banyak anak muda, musik kerap lahir dari ruang paling sederhana: kamar. Di ruang privat inilah lagu-lagu diputar berulang kali, lirik ditulis dengan kejujuran, dan nada-nada dicoba tanpa rasa takut akan penilaian.
Kamar menjadi ruang aman untuk menyalurkan emosi—mulai dari kegembiraan, kekecewaan, kemarahan, hingga kebingungan menghadapi realitas hidup. Dari kebiasaan sederhana itu, musik perlahan tumbuh menjadi bagian penting dalam keseharian anak muda.
Seiring waktu, musik tidak lagi berhenti sebagai konsumsi pribadi. Perkembangan teknologi dan media sosial membuka ruang baru bagi generasi muda untuk membagikan karya mereka ke publik.
ADVERTISEMENT
Edwin Senjaya Desak Dinkes dan RSUD Bandung Kiwari Benahi Pelayanan Kesehatan
Platform digital seperti YouTube, Spotify, dan berbagai media sosial memungkinkan musik yang awalnya hanya didengar sendiri kini menjangkau pendengar yang lebih luas. Dari titik inilah perjalanan musik anak muda bergerak dari ruang privat menuju ruang publik.
Lebih dari sekadar hiburan, musik kemudian berkembang menjadi medium komunikasi yang kuat. Melalui lirik dan nada, anak muda menyuarakan perasaan, keresahan sosial, pengalaman hidup, hingga kritik terhadap lingkungan sekitar.
Musik menjadi cara berbicara ketika kata-kata terasa sulit diucapkan secara langsung. Pilihan genre—mulai dari pop, indie, hip-hop, hingga elektronik—mencerminkan karakter, identitas, dan sudut pandang generasi muda dalam memaknai dunia.
Namun, perjalanan dari kamar ke panggung bukan proses yang instan. Dibutuhkan keberanian untuk menampilkan karya personal di hadapan publik, konsistensi dalam berkarya, serta kesiapan menerima kritik maupun apresiasi. Proses tersebut membentuk mental dan kreativitas anak muda. Musik menjadi ruang belajar yang mengajarkan disiplin, kejujuran berekspresi, dan keberanian untuk bersuara.
Pada akhirnya, musik berperan sebagai jembatan yang menghubungkan ruang pribadi dan ruang publik bagi anak muda.
Dari kamar yang sunyi hingga panggung yang ramai, musik tumbuh seiring perjalanan hidup mereka. Lewat musik, anak muda tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga menemukan suara, identitas, dan posisi mereka di tengah masyarakat modern.
(Dafi/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






