Di balik layar, Soleh juga dikenal sebagai figur yang suportif terhadap musisi muda. Kritik keras yang disampaikan di depan publik sering kali disertai arahan dan empati, sebuah kombinasi penting dalam membentuk mental dan karakter peserta kompetisi.
3. Wawasan Musik yang Luas dan Mendalam
Soleh Solihun memiliki wawasan musik yang melintasi berbagai genre, era, dan latar budaya. Ia mampu membahas musik pop, rock, indie, jazz, hingga hip hop, termasuk konteks sejarah dan perkembangan masing-masing genre.
Kapasitas ini diakui oleh banyak musisi Indonesia yang menaruh respek terhadap pandangan dan pemikiran Soleh. Ia bukan hanya memahami teknis musik, tetapi juga nilai artistik dan relevansi sebuah karya di industri.
Pengalaman dan referensi inilah yang menjadi modal penting dalam menilai talenta secara objektif dan berimbang.
2. Memberikan Penyegaran dalam Komposisi Juri Indonesian Idol
Industri talent show di Indonesia kerap dikritik karena cenderung repetitif, baik dari segi format maupun karakter juri. Kehadiran Soleh Solihun, bersama figur-figur lain seperti Sal Priadi, Vincent Rompies, dan Reza Arap, menghadirkan perspektif baru.
Perbedaan latar belakang para juri menciptakan dinamika yang lebih segar, diskusi yang lebih hidup, serta sudut pandang yang lebih beragam dalam menilai peserta. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Indonesian Idol agar tetap relevan dan berkembang mengikuti zaman.
1. Juri Musik Tidak Harus Menjadi Penyanyi
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa juri kompetisi menyanyi harus memiliki kemampuan vokal profesional. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak mutlak.
Tokoh seperti Simon Cowell, kreator American Idol, dikenal bukan sebagai penyanyi, namun memiliki insting tajam dalam menilai talenta. Demikian pula Rick Rubin, produser legendaris dunia yang berperan besar dalam melahirkan karya-karya ikonik tanpa harus menjadi musisi teknis.
Menilai talenta membutuhkan perspektif, pengalaman, dan kepekaan artistik. Soleh Solihun memiliki ketiganya melalui perjalanan panjangnya sebagai pengamat dan pengkritik musik.
Penunjukan Soleh Solihun sebagai juri Indonesian Idol bukanlah keputusan tanpa dasar. Latar belakangnya sebagai jurnalis musik senior, wawasan yang luas, serta keberaniannya menyampaikan kritik jujur menjadikannya figur yang relevan dan dibutuhkan dalam kompetisi musik berskala nasional.
Dalam konteks industri kreatif, peran juri bukan hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter, perspektif, dan kesiapan mental peserta. Di titik inilah, Soleh Solihun menunjukkan kapasitasnya.
