ADVERTISEMENT
Perjalanan hidup Epy tak selalu mudah. Pada 2011, ia menghadapi kanker otak stadium lanjut. Sebuah kondisi berat yang sempat membuat dokter memprediksi hidupnya tinggal beberapa bulan.
Meski begitu, Epy menunjukkan ketabahan luar biasa. Ia sembuh dan kembali aktif berkarya.
Pada 2020, ia sempat terkena stroke ringan dan mengalami kerusakan pada bagian kiri tubuh serta gangguan penglihatan di mata kiri.
ADVERTISEMENT
Basemen BEC Diserbu Zombie! Wahana Horor Baru Ini Bikin Pengunjung Teriak Kocar-Kacir
Sebelum meninggal, Epy pernah berkata, “61 aku harus pergi.” Kini, kata itu terasa jadi nyata. Banyak penggemar dan rekan meresapi ungkapan terakhir itu dengan haru.
Warisan Seni & Reaksi Duka dari Publik
Nama Epy Kusnandar melekat kuat di ingatan publik. Lewat karakter Kang Mus, ia menciptakan keseimbangan antara humor, kehangatan, dan kedalaman emosi.
Banyak penonton mengenang perannya sebagai bagian dari keseharian mereka.
Karya terbarunya, film Qorin 2, dijadwalkan rilis tak lama setelah kepergiannya. Menjadikannya “warisan terakhir” yang menanti penonton.
Ucapan belasungkawa mengalir dari rekan artis, sahabat, hingga penggemar. Banyak yang menyebut Epy sebagai sosok rendah hati, hangat, dan tulus. Dunia hiburan kembaliakehilangan satu sosok istimewa.
Kenang Dengan Hormat: Meninggalkan Kenangan dan Inspirasi
Perjalanan Epy Kusnandar mengajarkan kita tentang keteguhan. Ia bangkit dari masa berat, tetap berkarya, dan menghibur banyak orang.
Kini, sosok Kang Mus tidak lagi ada di layar. Namun semangatnya tetap hidup dalam ingatan.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






