KORANMANDALA.COM – Di tengah derasnya arus musik modern yang terus berkembang, sekelompok pegiat musik di Kota Bandung tetap teguh menjaga akar dari segala genre: blues.
Adalah Bandung Blues Society (BBS), sebuah komunitas musik yang kini dikenal sebagai wadah paling kredibel bagi penggemar, pengamat, dan pelaku musik blues di Kota Kembang.
Ketua Bandung Blues Society, Choirul Imam, menegaskan bahwa BBS bukan sekadar tempat berkumpul dan bermain musik. Lebih dari itu, komunitas ini menjadi ruang edukatif dan ekspresif yang berupaya mengembalikan blues ke posisinya sebagai akar musik modern.
PSBS vs Persib Bandung : Maung Bandung Pecundangi Badai Pasifik, Skor Akhir 0-3
“Banyak komunitas blues di Bandung, tapi BBS yang paling kredibel secara isi. Anggotanya bukan hanya pemain, tapi juga pengamat musik, dosen, penyiar radio, guru musik, sampai mantan penulis majalah Rolling Stone,” ujar Choirul Imam.
Blues, Akar dari Segala Genre Musik
Choirul menjelaskan, musik blues perlu dikenalkan lebih luas, bukan hanya untuk kalangan tertentu. Ia menilai masih banyak yang beranggapan bahwa blues adalah musik eksklusif, padahal justru menjadi fondasi dari banyak genre populer saat ini.
Secara historis, kata Choirul, blues lahir dari perlawanan para budak kulit hitam di Amerika Serikat yang mengekspresikan penderitaan dan harapan melalui musik. Dari sanalah blues berkembang menjadi simbol kebebasan dan kemudian melahirkan berbagai turunan genre, seperti jazz, R&B, rock, hingga metal.
“Kalau diibaratkan dengan seni rupa, blues itu genre realisnya. Kurang ideal kalau belajar gambar langsung ke abstrak tanpa lewat realis dulu. Begitu juga musik, belajar blues dulu supaya pondasinya kuat,” tutur Choirul.
Kembali Aktif Lewat Manglayang Blues Experience
Setelah cukup lama tak menggelar kegiatan besar, Bandung Blues Society kembali aktif melalui acara Manglayang Blues Experience.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena melibatkan banyak komunitas blues dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bekasi Blues Center, Tasik Blues Center, Garut Blues Society, Depok, hingga Karawang.
“BBS sudah lama tidak ada aktivitas besar yang bersentuhan langsung dengan publik. Nah, kemarin kami baru menyelenggarakan Manglayang Blues Experience, dan ini menjadi momentum aktifnya kembali hubungan antara komunitas blues di Jawa Barat dan Jakarta,” jelas Choirul.
