ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, acara tersebut juga menjadi pemicu bagi komunitas blues di luar Bandung untuk kembali aktif setelah sempat vakum selama pandemi COVID-19.
Dalam acara itu, tampil sejumlah musisi ternama seperti Ginda Bestari dan Kongko Electric Cadillac, yang sebelumnya tampil di Blues Festival Australia.
ADVERTISEMENT
“Event kemarin cukup sukses. Ini jadi pemantik yang membangkitkan kembali gairah musik blues di Jawa Barat,” tambahnya.
Menjembatani Generasi Blues
BBS kini memiliki misi besar untuk menjembatani generasi senior dan generasi muda pecinta blues.
Dulu, kata Choirul, blues kerap dianggap sebagai musik eksklusif. Namun kini, banyak anak muda yang justru memainkan blues dengan kemampuan luar biasa.
“BBS hadir sebagai jembatan antar generasi itu. Kami ingin membangun ruang yang bisa mempertemukan para musisi dan penikmat blues dari berbagai usia,” ujarnya.
Untuk mencapai itu, BBS rutin menggelar kegiatan seperti jamming session dua minggu sekali, workshop Blues 101, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan program Blues House.
Melalui program tersebut, para anggota akan mengunjungi rumah-rumah tokoh atau venue bersejarah yang berperan penting dalam perkembangan blues di Bandung.
“Konsepnya, kami bermain blues di tempat-tempat yang punya nilai sejarah. Tujuannya supaya masyarakat lebih familiar dengan blues dan mengenal eksistensinya,” kata Choirul.
Blues Sebagai Ruang Belajar dan Berbagi
BBS juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin belajar dan terlibat dalam dunia musik, tanpa harus menjadi musisi. Program Blues 101 yang dibuka gratis misalnya, mengajarkan dasar bermain musik, pengenalan perangkat audio, hingga sejarah dan penulisan musik blues.
Dalam menjalankan aktivitasnya, BBS berpegang pada empat prinsip utama: kolaboratif, kreatif dan inovatif, respek dan apresiatif, serta semangat untuk terus belajar dan berbagi.
Semangat inilah yang menjadikan BBS dikenal luas di kalangan musisi Bandung.
“BBS dikenal bukan hanya karena anggotanya jago main, tapi juga karena mereka terus belajar dan menghargai musik,” ujar Choirul.
Menjaga Akar, Menumbuhkan Generasi Baru
Di tengah perubahan tren musik yang kian dinamis, Bandung Blues Society berdiri sebagai pengingat bahwa setiap nada modern berakar pada blues.
Choirul Imam menutup dengan pesan sederhana namun bermakna:
“Kalau pondasinya blues, strukturnya akan kokoh. Karena blues itu bukan cuma genre, tapi cara memahami musik.”
Dengan semangat kolaborasi dan jiwa belajar yang terus hidup, Bandung Blues Society kini bukan hanya menjaga warisan musik blues, tetapi juga menumbuhkan generasi baru yang memahami dari mana musik modern berasal. (Bagus/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






