ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di ruang kerja yang biasanya dipenuhi tumpukan laporan ekonomi dan angka-angka fiskal, siapa sangka ada sisi lain dari sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang jarang tersorot publik.
Di balik sikap tegasnya dalam mengatur kebijakan ekonomi negara, Purbaya ternyata punya hobi yang cukup mengejutkan menonton drama Cina.
Bagi banyak orang, Purbaya dikenal sebagai menteri yang “slengean”, berkarakter santai namun tajam dalam berpikir.
ADVERTISEMENT
Ia kerap tampil dengan gaya koboi: sederhana, apa adanya, tapi penuh keyakinan dalam bersikap. Namun, di luar sorotan kamera dan rapat-rapat ekonomi yang menegangkan, ada rutinitas sederhana yang menjadi pelarian kecilnya dari penat: menonton drama.
“Itu menghibur kadang-kadang ceritanya mirip-mirip. Ditonton aja udah, tapi yang durasinya pendek-pendek. Kalau yang panjang-panjang bosan,” kata Purbaya sambil tertawa, saat berbincang santai dalam podcast yang dipandu Putri Tanjung.
Awalnya, kebiasaan itu muncul dari rasa penasaran. Di sela-sela padatnya jadwal kerja, Purbaya mencoba menonton satu dua episode.
Tak disangka, dari sekadar iseng, justru berlanjut jadi kebiasaan yang melekat. Kini, di antara berbagai urusan negara, drama Cina menjadi teman setianya untuk melepas stres.
“Menonton drama itu seperti jeda singkat dari tekanan. Kadang-kadang saya bisa tertawa sendiri, kadang ikut hanyut dengan jalan ceritanya,” ujarnya.
Bagi seorang menteri yang dikenal rasional dan berorientasi pada data, hobi semacam ini justru menampilkan sisi manusiawi Purbaya. Ia tidak sungkan mengakui bahwa di balik layar seriusnya, ia juga butuh ruang untuk bernapas.
Menariknya, pilihan Purbaya terhadap drama Cina juga mencerminkan kepribadiannya: sederhana, tidak bertele-tele, tapi tetap mengandung makna.
“Saya suka yang singkat-singkat, yang bisa selesai dalam waktu sebentar,” katanya, menggambarkan efisiensi yang juga menjadi ciri khasnya dalam bekerja.
Sosok Purbaya Yudhi Sadewa yang dikenal dengan gaya koboi dan tutur lugas itu memang kerap tampil berbeda dari pejabat pada umumnya. Ia tidak terlalu peduli dengan formalitas, namun tetap tajam dan konsisten dalam berpikir.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






