ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di sebuah bengkel kecil di sudut Sumedang, aroma serbuk kayu masih memenuhi udara. Di sanalah, tangan-tangan Deni Wahyudi dulu menari di atas potongan limbah kayu, menyulapnya menjadi ukiran bernilai seni.
Tak pernah terlintas di benaknya, bahwa suatu hari namanya akan dikenal publik bukan karena pahatan kayu, melainkan karena aktingnya di layar kaca lewat sosok “Usep” dalam serial Preman Pensiun.
“Dulu saya kerja di rumah, bikin ukiran dari limbah kayu. Kadang dijual ke teman atau ada pesanan yang datang,” kenangnya saat ditemui di Bandung, Sabtu (11/10/2025).
ADVERTISEMENT
LIPSUS: Kemacetan Curi Rezeki Sopir Angkot, Bandung Butuh Aksi – Angkot Pintar Masih Ilusi?
Hidup Deni berjalan sederhana. Hari-harinya diisi dengan bunyi ketukan palu, gesekan amplas, dan debu kayu yang menempel di bajunya. Hingga suatu hari di tahun 2020 di tengah pandemi yang membuat banyak orang kehilangan arah sebuah keberanian kecil mengubah hidupnya selamanya.
Tanpa rencana panjang, Deni memutuskan ikut audisi Preman Pensiun 5. “Awalnya gak ada niat sama sekali untuk ikut casting. Cuma dalam hati saya bilang, apasalahnya mencoba,” tuturnya.
Pagi itu, Deni berangkat dari rumah sejak subuh. “Jam 6 berangkat, jam 7 sudah sampai, jam 9 mulai kumpul. Pesertanya banyak sekali,” katanya sambil tersenyum.
Audisi yang semula direncanakan berlangsung secara daring, mendadak berubah menjadi tatap muka karena antusiasme peserta yang luar biasa. Lebih dari 180 orang datang ke lokasi, dan Deni mendapat giliran paling akhir.
“Jam 9 pagi pendaftaran langsung ditutup. Peserta dikasih naskah untuk dibawakan di depan tim penilai. Saya kebagian terakhir,” ucapnya.
Tanpa pengalaman akting dan tanpa persiapan berarti, Deni maju dengan percaya diri. “Alhamdulillah waktu itu one take langsung diterima. Hari Minggu saya casting, besok paginya langsung dikabarin lolos. Saya dikasih peran, namanya Usep,” ujarnya bangga.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






