Kamis, 26 Februari 2026 17:22

KoranMandala.comLembaga Seni Budaya Manikam Khatulistiwa mempersembahkan pertunjukan teater bertajuk Pahlawan Tak Dikenal, sebuah karya dramatik yang dipersembahkan untuk mengenang para pejuang Batalyon 33 Pelopor Siliwangi.

Pertunjukan ini digelar di Gedung De Majestic, , pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dengan dua sesi pementasan: pukul 16.00–17.30 WIB dan 19.30–21.00 WIB.

Naskah teater ditulis oleh Vinny Soemantri, yang terinspirasi dari catatan perjuangan R. Tatang Soemantri dan buku Tiada Berita dari Bandung Timur karya R.J. Rusady Wirahaditenaya keduanya merupakan saksi sekaligus tokoh pejuang Batalyon 33.

Gedung Cagar Budaya di Bandung Terbakar Saat Demo, Pemkot Siapkan Langkah Pemulihan

“Pertunjukan ini bukan sekadar drama panggung, tapi upaya menghidupkan kembali suara-suara yang terpendam dalam catatan harian. Para pahlawan tanpa nama itu nyata, dan kisahnya layak dikenang,” ujar Vinny Soemantri.

Sutradara Irwan Guntari W.K. menjelaskan, Pahlawan Tak Dikenal menampilkan fragmen kehidupan rakyat biasa yang terseret dalam arus revolusi.

Tiga tokoh utama Aryati, Lukas, dan Sumarni hadir sebagai simbol cinta, kehilangan, dan pilihan hidup di tengah semangat perjuangan Bandung.

“Delapan puluh tahun kita merdeka, tapi bangsa ini masih terus digerogoti penjajah dalam wajah baru para penjilat dan kaum serakah. Melalui teater ini, kami ingin menggugah kesadaran bahwa kemerdekaan bukan hadiah abadi, melainkan amanah yang harus dijaga. Seni adalah cara kami melawan lupa,” tegas Irwan.

Senada dengan itu, budayawan Aming D. Rachman dalam catatan pengantarnya menulis:

“Sebuah nisan tidak hanya tanda makam, tetapi juga tanda peradaban. Teater ini mengajak kita menyalakan kembali obor ingatan itu, agar kita tidak kehilangan arah sebagai bangsa.”

1 2

Koranmandala.com

Exit mobile version