Pertunjukan ini menjadi penghormatan bagi para pejuang tanpa nama mereka yang hanya dikenang lewat nisan tak beridentitas di Taman Makam Pahlawan.
Manikam Khatulistiwa sendiri dikenal sebagai komunitas seni yang konsisten menjembatani seni, sejarah, dan kemanusiaan. Selain teater, komunitas ini juga aktif dalam literasi sejarah serta pengembangan seni pertunjukan berbasis kearifan lokal.
Adapun jajaran produksi melibatkan sejumlah seniman, di antaranya: Vinny Soemantri, S. Ken Atik Djatmiko, dan Heksa Ramdono sebagai aktor; Robby Hermawan sebagai produser; Masgal sebagai pimpinan produksi; Rosyid E. Abby sebagai dramaturg; serta Doddi Kiwari sebagai pembaca puisi.
