KoranMandala.com – Pegolf Inggris, Justin Rose (45), meraih kemenangan dramatis di FedEx St. Jude Championship setelah menundukkan juara US Open, JJ Spaun, dalam playoff menegangkan. Kemenangan ini menjadikan Rose sebagai pegolf Eropa tertua yang meraih gelar PGA Tour di era modern.
Rose tampil fenomenal dengan enam birdie dalam delapan hole terakhir. Padahal, peluangnya sempat tampak tipis setelah bogey di hole ke-12 membuatnya berada di posisi 12 under par, tertinggal dua pukulan dari pemimpin klasemen sementara: Tommy Fleetwood, pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler, dan Spaun.
Namun, Rose menunjukkan mental juara dengan mencetak empat birdie beruntun mulai hole ke-14. Performa luar biasa ini mengantarnya ke puncak klasemen dan mengubah jalannya kompetisi.
Patricio Matricardi Senang Dengan Kemenangan Perdananya Bersama Persib Bandung
Di hole terakhir babak reguler, Rose hampir memastikan kemenangan lewat putt 13 kaki yang meleset tipis, sehingga pertandingan berlanjut ke playoff.
Playoff antara Rose dan Spaun berlangsung tiga hole tambahan penuh drama. Spaun sempat membuat putt jarak jauh spektakuler di hole playoff kedua, namun Rose langsung membalas dengan birdie krusial.
Pertarungan berakhir di hole playoff ketiga. Rose mencetak birdie dari jarak 14 kaki, sementara Spaun yang berada di posisi lebih menguntungkan justru gagal memanfaatkan peluang, sehingga kemenangan jatuh ke tangan Rose.
“90 menit terakhir itu luar biasa. Saya tidak pernah berhenti percaya,” ujar Rose dalam wawancara pasca-pertandingan. “Saya bermain golf yang luar biasa di stretch akhir dan sangat menikmatinya. JJ menjatuhkan bom kepada saya di hole playoff kedua, itu sangat menyenangkan,” tambahnya sambil tersenyum.
Rose menegaskan, ketika berada dalam performa terbaik, ia masih mampu bersaing dengan pegolf terbaik dunia. “Ketika saya membawa permainan terbaik, saya tahu saya cukup baik untuk melawan yang terbaik,” ujarnya.
Kemenangan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga catatan bersejarah bagi golf Eropa. Di tengah dominasi pegolf muda di PGA Tour, Rose membuktikan bahwa pengalaman, mental tangguh, dan keterampilan dapat mengalahkan keunggulan fisik.
